Buka Pelatihan Linmas, Jarot Ingatkan Soal Empat Pilar Kebangsaan Hingga Ancaman Terorisme

Menurut Jarot, bahwa tujuan untuk mendirikan sebuah Negara Republik Indonesia itu ada empat yang juga harus disimak.

Buka Pelatihan Linmas, Jarot Ingatkan Soal Empat Pilar Kebangsaan Hingga Ancaman Terorisme
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Pemerintah Kecamatan Binjai Hulu menggelar Pelatihan Perlindungan Masyarakat atau LINMAS Desa se-Kecamatan Binjai di Gedung Serbaguna Kantor Camat Binjai Hulu, Kecamatan Binjai Hulu, Kabupaten Sintang, Senin (14/5/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Pemerintah Kecamatan Binjai Hulu menggelar Pelatihan Perlindungan Masyarakat atau LINMAS Desa se-Kecamatan Binjai di Gedung Serbaguna Kantor Camat Binjai Hulu, Kecamatan Binjai Hulu, Kabupaten Sintang, Senin (14/5/2018) siang.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Sintang Jarot Winarno untuk memberikan materi, arahan, dan motivasi kepada para peserta pelatihan dengan mengangkat topik pembicaraan yaitu Wawasan Kebangsaan.

Bupati Sintang dihadapan para peserta pelatihan perlindungan masyarakat atau Linmas Desa se-Kecamatan Binjai, Jarot Winarno menyampaikan empat pilar kebangsaan yang perlu dicermati.

“Pertama adalah Pancasila, kemudian yang kedua adalah Undang-Undang Dasar 1945, ketiga adalah Bhinneka Tunggal Ika, dan yang keempat adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Jarot.

Baca: Bom di Surabaya Jenis Mother of Satan, Sering Dipakai ISIS Suriah dan Irak

Jarot melanjutkan dalam arahannya bahwa negara Indonesia memiliki ribuan pulau, memiliki beragam suku dan beragam jenis bahasa tetapi tetap satu.

"Dengan memiliki 17.504 pulau, 67 bahasa induk, dan 740 suku bangsa di Indonesia, tetapi kita tetap bersatu, itu semua karena ada empat pilar kebangsaan yang perlu kita pahami bersama," sambungnya.

Menurut Jarot, bahwa tujuan untuk mendirikan sebuah Negara Republik Indonesia itu ada empat yang juga harus disimak.

Pertama adalah melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia maka dari itu sesuai nawacita Presiden Joko Widodo bahwa Negara harus hadir ditengah masyarakat dan pembangunan mulai dari pinggiran.

"Kedua adalah memajukan kesejahteraan umum, yang ketiga mencerdaskan kehidupan bangsa, dan yang keempat ikut melaksanakan ketertiban dunia," katanya.

Baca: ISIS Klaim Dalangi Serangan Bom di Indonesia Sejak 2002, Korbannya Capai Ratusan Orang

Halaman
12
Penulis: Wahidin
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help