GM PLN Kalbar Mengajar di SMA Negeri 5

hingga Mei tahun 2018, layangan masih mendominasi penyebab gangguan sistem transmisi 150 kV.

GM PLN Kalbar Mengajar di SMA Negeri 5
TRIBUNPONTIANAK/NINA SORAYA
General Manager PLN Wilayah Kalbar Richard Safkaur mengajar di SMAN 5 Pontianak. Hal ini dilakukan dalam rangka program PLN Mengajar selama periode Mei 2018. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Sebagai bentuk kepedulian PLN terhadap Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional, PT PLN (Persero) melakukan program PLN Mengajar se-Indonesia pada periode bulan Mei 2018 ini.

Begitu pula dengan PLN Wilayah Kalimantan Barat, pada Jumat (11/5), bertempat di SMAN 5 Pontianak, PLN Wilayah Kalimantan Barat melaksanakan program PLN mengajar.

Baca: PLN Mengajar Sapa Pelajar di Meliau

General Manager PLN Wilayah Kalimantan Barat, Richard Safkaur, mengatakan tujuan dari diadakan program PLN mengajar ini untuk membantu peningkatan pendidikan dan partisipasi PLN di dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa. Termasuk, menumbuhkan minat dan kepedulian kepada masyarakat di sektor kelistrikan.

"Pendidikan sangat penting bagi kemajuan bangsa ini. Karena kami dari perusahaan yang bergerak di bidang kelistrikan, maka kami memberikan edukasi terkait bidang kelistrikan, dan hal ini merupakan kewajiban PLN untuk menjalin hubungan dan komunikasi yang baik dengan masyarakat," kata Richard.

Baca: Yayasan Baitul Mal PLN Santuni 2.200 Anak Yatim

Richard turut memaparkan bahaya bermain layang-layang menggunakan kawat. Oleh karena hingga Mei tahun 2018, masih mendominasi penyebab gangguan pada sistem transmisi 150 kV.

"Jika ada teman, saudara atau tetangga yang bermain layang-layang, adik-adik semua harus berani mengingatkan mereka ya. Jika Layang-layang menghantam transmisi, maka dapat memadamkan 6 Kabupaten di Kalimantan Barat," paparnya.

Pada kegiatan tersebut, PLN juga memberikan 100 paket perlengkapan sekolah untuk siswa berprestasi dan kurang mampu, sarana prasarana sekolah seperti laptop, printer, peralatan olahraga dan ekstrakulikuler serta bantuan penanaman pohon sebanyak 40 pohon dengan total bantuan pendidikan sebesar Rp 129 juta.

Kepsek SMAN 5 Pontianak, Masudi, sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan PLN. Masudi menyebutkan dengan membawa misi PLN Peduli, BUMN hadir untuk negeri, membuat pihaknya sangat bangga kepada PLN karena ternyata tidak hanya guru-guru di sekolah saja yang mengajar, tetapi PLN juga ikut mengajar dan peduli terhadap dunia pendidikan.

Baca: Minimalisir Terjadinya Pencurian Listrik, PLN Area Singkawang Gelar Apel P2TL

"Terimakasih kita ucapkan kepada Bapak dan Ibu PLN, ternyata tidak hanya menerangi rumah-rumah dan jalan-jalan kita yang gelap, tetapi juga menerangi generasi kita untuk masa depan," ujarnya.

Dengan jumlah 962 siswa, SMAN 5 juga merupakan satu-satunya SMA negeri yang ada di Pontianak Utara. Siswa yang berada di berbagai belahan Pontianak, Mempawah, Wajok, dan di luar perbatasan juga ada.

"Tapi rasanya hari ini lebih cerah dan terang karena PLN yang hadir dengan program mengajarnya. Semoga apa yang disampaikan oleh PLN dapat memberikan banyak manfaat, terutama di bidang pendidikan. Semoga Allah memberikan berkah bagi kita semua. Maju untuk SMAN 5, maju terus untuk PLN," pungkas Masudi. (nin)

Penulis: Nina Soraya
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help