Posisi Jabatan Lebih Tinggi dari Pasangan Bikin Komentar Negatif? Begini Cara Menghadapinya

Jabatan merupakan posisi seseorang dalam bekerja. Banyak karyawan yang meginginkan untuk terus berada diposisi terbaik.

Posisi Jabatan Lebih Tinggi dari Pasangan Bikin Komentar Negatif? Begini Cara Menghadapinya
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ana Sesar Andani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Jabatan merupakan posisi seseorang dalam bekerja. Banyak karyawan yang meginginkan untuk terus berada diposisi terbaik.

Termasuk yang dialami Rahmi. Hanya saja banyak bermunculan komentar negatif dari pihak lain, hal ini karena jabatannya lebih tinggi diatas suaminya. Lalu cara apa yang harus dihadapi Rahmi untuk menghadapinya?

Berikut jawaban dari Pakar Karier, Chairul Fuad!

Pertanyaan:
Assalamualaikum pak. Saya baru saja naik jabatan, saat ini jabatan saya lebih tinggi diatas suami saya. Banyak bermunculan komentar negatif baik dr keluarga maupun tetangga. Ya penyebabnya karena mereka pikir saya lebih ambil andil dalam mencari nafkah. Hal tersebut sangat menganggu saya pak. Saya harus seperti apa ya dalam menyikapinya? Terimakasih ( Rahmi, (28) Pontianak)

Jawaban :
"Waalaikum salam mbak Rahmi. Selamat buat Anda yang baru naik jabatan. Sama halnya dengan pekerjaan, maka jabatan adalah sebuah amanah, merupakan tanggung jawab, rakhmat, bernilai ibadah, bagian dari pengabdian, kemuliaan dan kehormatan. Oleh sebab itu jabatan harus disyukuri dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. Sebagian besar orang berkeinginan untuk mendapatkan promosi jabatan yang lebih tinggi. Jadi kewajiban kita untuk melaksanakan pekerjaan seperti sesuai dengan kewajibannya, dan komentar orang-orang di sekitar Anda upayakan untuk tidak mengganggu pekerjaan Anda. Jika ada yang berkomentar seperti Anda ungkapkan di atas, harus dihadapi dengan pikiran jernih. Seorang perempuan/ibu bekerja bukanlah perbuatan yang keliru asal memang sudah disepakati dalam sebuah komitmen antara Anda dan suami Anda, sehingga suami tidak keberatan dengan Anda untuk bekerja. Kita semua tahu kodrat perempuan adalah mengandung, melahirkan, menyusui dan ikut dalam pendidikan anaknya. Sedangkan Anda bekerja saya yakin adalah untuk meringankan beban keluarga. Yang penting di hati Anda tidak ada niat untuk mendominasi dan yang lebih penting lagi Anda jangan kehilangan peran sebagai seorang isteri dan sebagai seorang ibu. Tetap mendampingi suami dan mendampingi serta mangasuh anak-anaknya sesuai dengan kaidah pola asuh yang baik dan benar. Walaupun penghasilan atau keududukan Anda lebih tinggi, hindarkan sifat egois dan tetap menghargai pasangan hidup Anda sebagai seorang suami. Banggalah kepada keberhasilan Anda, walau ada yang kurang senang kepada Anda. Bisa jadi mereka melakukan itu karena mereka tidak dapat menjadi seperti Anda. Hadapi mereka dengan sikap santun, tetap jalin hubungan baik dengan saling bersilaturahim. Tersenyumlah….Semoga bermanfaat, salam optimis "

Penulis: Ana Sesar Andani Pangarepo
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help