Pemkot Imbau PNS Tak Pakai Gas Melon, Subsidi hanya untuk Rakyat miskin dan Usaha Mikro

Antisipasi dilakukan dengan memperketat pengawasan dengan tujuan agar subsidi dinikmati masyarakat miskin dan pengusaha mikro.

Pemkot Imbau PNS Tak Pakai Gas Melon, Subsidi hanya untuk Rakyat miskin dan Usaha Mikro
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / WAHIDIN
Penyaluran gas elpiji 3 kilogram bersubsidi dalam operasi pasar baru baru ini. 

Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) mengantisipasi kelangkaan gas 3 Kg (tabung melon) jelang Ramadan.

Antisipasi ini dilakukan dengan memperketat pengawasan dengan tujuan agar subsidi dinikmati pihak yang tepat, yaitu masyarakat miskin dan pengusaha mikro.

"Diperindagkop selaku pembina, pengawas dan pengendali bersama-sama Pertamina dan Hisnawa Migas akan memastikan pengunaan elpiji melon tepat sasaran sebagaimana amanat peraturan presiden," ujar Kepala Diskopumdag Pontianak, Haryadi S Triwibowo, Kamis (10/05/2018).

Baca: Kalah Telak dalam Pemilu Malaysia, Begini Sikap Ksatria Najib Razak yang Patut Ditiru

Untuk itu, ia mengimbau agar aparatur sipil negara (ASN) Kota Pemkot Pontianak meninggalkan penggunaan elpiji subsidi atau ukuran tabung 3 kg (melon) dan beralih menggunakan elpiji nonsubsidi.

"Elpiji ukuran tabung 3 kg adalah barang yang disubsidi oleh pemerintah. Oleh karena itu, penggunaannya hanya untuk masyarakat kurang mampu dan usaha mikro)," ujarnya.

Menurut dia, untuk memperoleh elpiji nonsubsidi juga tidak sulit karena saat ini penjualan sudah ada di warung, toko, pangkalan, dan agen.

"Jelang bulan puasa ini kita akan rutin melakukan pengawasan di lapangan, jangan sampai ada pelaku usaha kecil menengah dan restoran serta rumah makan pakai gas melon. Pengawasan juga dilakukan pada pada agen dan pangkalan," terangnya.

Penjual gas di KKR menunjukkan tabung gas kosong
Penjual gas di KKR menunjukkan tabung gas kosong (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MADROSID)

Saat ini menurut Haryadi agen di Kota Pontianak yang terdata pada pihaknya sekitar 300 agen, dan sampai hari ini LPG 3 Kg masih terkendali dan aman.

"Terpenting masyarakat jangan panik dalam berbelanja, kalau dengan kondisi masyarakat panik maka akan dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab. Setiap distributor juga wajib melaporkan stok mereka melalui online. Hal ini termasuk tabung gas dan sembako, sehingga mudah terlihat dan dapat di antisipasi sejak dini," imbuhnya.

Baca: Pemkot Pontianak Akan Selenggarakan Pontianak Open Gov Week 2018

Dikatakannya, Ramadan tahun lalu gas melon 3 Kg sempat mengalami kelangkaan. Hingga pemkot tak mau hal itu terulang lagi hingga melakukan langkah-langkah antisipasi.
"Kami juga telah layangkan surat edaran ke seluruh rumah makan, kafe, usaha kecil dan menegah (UKM) termasuk hotel agar tidak menggunakan elpiji 3 Kg. Karena itu diperuntukkan untuk rumah tangga miskin dan pelaku ekonomi mikro," ucap Haryadi.

Halaman
123
Penulis: Syahroni
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help