Video Atraksi Bela Diri "Maut" Viral di Medsos jadi Sorotan Warga

Awalnya saya tidak melihat terlalu jelas, karena waktu kejadian, orang-orang langsung lari berkerumun.

Video Atraksi Bela Diri
ISTIMEWA
Atrkasi di sebuah perguruan silat berujung maut ini direkam melalui kamera ponsel dan beredar luas di media sosial dan televisi nasional. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TANJUNG REDEB  – Atraksi bela diri di Kabupaten Berau yang menewaskan Rangga Aji Pratolo, tidak hanya menjadi sorotan masyarakat setempat. Namun juga viral di media sosial. Warganet menyayangkan beberapa video yang beredar di media sosial, maupun televisi nasional tanpa sensor.

“Awalnya saya tidak melihat terlalu jelas, karena waktu kejadian, orang-orang langsung lari berkerumun. Jadi tidak terlalu kelihatan. Ternyata ada video beredar lewat whatsapp dan youtube, saya ngeri dan trauma melihatnya,” kata Indaar, warga Sambaliung yang mengaku berada di lokasi saat kejadian, Senin (7/5/2018).

(Baca: Pengadilan Tangerang Vonis Penghina Nabi Muhammad SAW, Abraham Moses 4 Tahun Penjara )

“Duh, saya saja melihatnya ngilu dan miris, bagaimana dengan orangtuanya yang menyaksikan video ini di media sosial dan televisi nasional,” kata warganet dengan akun Nur Fitria di sebuah forum facebook.

“Iya, kasihan orangtuanya kalau lihat video ini terus-terusan, saya saja sedih melihatnya,” timpal akun Ranggalawe. Mayoritas warganet menyampaikan ungkapan yang sama, meminta para pengguna media sosial dan juga media agar lebih bijak menayangkan konten yang mengandung usur kengerian.

“Apalagi korbannya masih anak-anak, baru 16 tahun. Harusnya adegan itu disensor,” kata Bagong melalui akun facebooknya. Masyarakat khususnya yang ikut menyaksikan kejadian itu, mengaku ikut trauma ketika melihat tayang video ini di media sosial.

Polres Berau sendiri sebelumnya sudah meminta masyarakat agar tidak mengedarkan video tersebut. Namun para pengguna media sosial memang sulit dibendung. Entah siapa yang mengunggahnya, tayangan tersebut beredar di berbagai macam media sosial.

(Baca: Sadis! Setelah Diperkosa, Seorang Gadis 16 Tahun Dibakar Hidup-hidup )

Seperti diberitakan sebelumnya, Rangga Aji Pratolo meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke RSUD Abdul Rivai dalam sebuah atraksi saat acara pelepasan dan perpisahan kelas IX Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Kholil, Kelurahan Sambaliung, Kabupaten Berau, Kamis (3/5/18) lalu.

Saat itu, Rangga bersama lima rekannya yang lain, yakni Jodi, Khairul, Ambar, Asdar dan M Nur memperagakan atraksi dilindas kendaraan roda empat. Sayang, Rangga tampaknya belum siap saat menerima beban kendaraan dan pingsan saat roda depan melewati tubuhnya.

Sempat dilarikan ke RSUD Abdul Rivai, nyawa Rangga tidak tertolong. Kasus ini tengah ditangani oleh Polres Berau. Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono melalui Kasat Reskrim AKP Andhika Darmasena mengatakan membenarkan pihaknya telah menetapkan dua orang sebagai tersangka, masing-masing berinisial MSA yang menjadi penanggungjawab acara dan AMW yang menjadi supir.

“Kami sudah memeriksa 10 sakasi dan kami tetapkan dua orang sebagai tersangka. Kemungkinan tersangka lain belum ada, tapi kasus ini masih dalam penyelidikan,” ujarnya. Menurut Andhika, dari keterangan para saksi dan tersangka, di lokasi acara tidak ada tim medis yang berjaga untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Jika terbukti ada unsur kelalaian, para tersangka dapat diancam dengan pasal 80 ayat 3 Undang-Undang 35 Tahun 2014, serta Pasal 359 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), atas kelalaiannya yang menyebabkan anak di bawah umur meninggal dunia. “Ancamannya lima tahun penjara,” ungkapnya.

Korban dan juga para peserta aksi lainnya, menurut informasi telah dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing. Rangga sendiri diketahui merupakan warga Kota Samarinda.

Editor: Jamadin
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help