Latihan Silat Bentuk Karakter Ryana dan Rayasa Jadi Perempuan Kuat dan Mandiri

Ryana Rizqiqa Amalia (19), Juara Satu Kejurda Pencak Silat Kalbar mengaku bangga menekuni Pencak Silat karena bisa menjadi perempuan yang kuat.

Latihan Silat Bentuk Karakter Ryana dan Rayasa Jadi Perempuan Kuat dan Mandiri
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/BELLA
Ryana Rizqiqa Amalia (kanan) dan Rayasa Iman Adisurya (kiri) anggota Perguruan Pencak Silat Wekasan SN Tunggal. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ryana Rizqiqa Amalia (19), Juara Satu Kejurda Pencak Silat Kalbar mengaku bangga menekuni Pencak Silat karena bisa menjadi perempuan yang kuat.

"Bangga bisa belajar Ilmu bela diri Pencak Silat, karena setiap memperkenalkan diri, orang menggap saya perempuan kuat, jadi lebih disegani, karena mereka tahu kalau saya bisa, kuat dan mampu berproses, " kata Mahasiswi jurusan D3 Administrasi Bisnis di Politeknik Negeri Pontianak itu.

Mulai serius menekuni Silat sejak kelas satu SMA, Ryana saat ini sudah sering ikut turnamen di berbagai daerah di Indonesia seperti Jogja dan Jakarta.

"Kelas satu SMA pernah ikut open turnamen di Jogja pada tahun 2015. Tapi paling sering ke Jakarta, " katanya.

Baca: IPSI Nilai Perguruan Pencak Silat Wekasan SN Tunggal Mampu Kembangkan Budaya dan Prestasi

Meskipun sempat mengalami kesulitan berlatih saat awal-awal bergabung dengan Perguruan Wekasan Suprih Ngudi Tunggal, Ryana mengaku akhirnya ia terbentuk menjadi sosok yang mandiri.

"Berlati Pencak Silat, saya merasa lebih berani dan mandiri. Setiap event di luar kita jauh dari keluarga, meskipun ada pelatih atau pendamping, gak mungkin juga mau ngerepotin terus. Akhirnya harus bisa sendiri, tidak tergantung sama orangtua, " katanya.

Tidak hanya Ryana, Rayasa Iman Adisurya (18) juga mengaku dengan berlati Silat ia menjadi lebih mandiri dan percaya diri.

"Melalui latihan ilmu bela diri Pencak Silat, keperibadian dibentuk jadi lebih mandiri dan lebih percaya diri karena bisa melindungi diri, " katanya Mahasiswi jurusan D3 Akutansi di Politeknik Negeri Pontianak itu.

Selain itu, Rayasa merasa bahwa Pencak Silat melatihnya untuk bisa berbaur dan kompak.

"Di dalam tim ada persaudaran, ada pahit manisnya, ada kekompakan dan saling support, " kata gadis yang sudah berlati Silat di Perguruan Wekasan Suprih ngudi tunggal sejak kelas 6 SD itu. 

Penulis: Bella
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help