Editorial

Sosok Pemberani Kartini Masa Kini

Seperti halnya sosok seperti Susi yang berani mendobrak sistem dengan segala kepolosannya.

Sosok Pemberani Kartini Masa Kini
ISTIMEWA
Kartini 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Hari Kartini 2018 baru saja berlalu. Tentu kita tak pernah lupa dengan pengorbanan dan jasa RA Kartini yang telah membuahkan hasil manis. Ini terbukti dengan banyaknya wanita yang memiliki karier cemerlang.

Bahkan lima menteri Kabinet Kerja Joko Widodo Jusuf Kalla mendapatkan penghargaan internasional dalam berbagai ajang selama menjabat empat tahun terakhir. Satu di antaranya adalah Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti.

Kabar terakhir, perusahaan teknologi raksasa Google jatuh hati pada Susi Pudjiastuti. Menteri 'nyentrik' di Kabinet Kerja ini diangap menteri memiliki inisiatif. Dilansir Bloomberg, Jumat (20/4/2018), Menteri Susi inisiatif mengajak Google untuk berkolaborasi untuk mengungkap penangkapan ikan ilegal atau iIllegal fishing di wilayah kelautan Indonesia melalui fitur Global Fishing Watch buatan Google.

(Baca: Erwin TPL Tobing: Sangatlah Tertinggal Kalau Anak Muda Tidak Mengerti Medsos )

Hasilnya, ribuan kapal milik asing pencuri ikan dapat ditemukan secara real time dan ditindak secara cepat. Selain itu, stok ikan Indonesia telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam dua tahun, dan industri yang dirampok oleh orang asing selama beberapa dekade kembali berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

Pihak Google pun mengaku terpukau dengan pencapaian menteri terpopuler versi Twitter itu. Manager Google Ocean and Earth Outreach, Brian Sullivan menyatakan Menteri Susi sebagai satu di antara menteri paling progresif di dunia. "Dia mungkin adalah salah satu menteri paling progresif di bidang perikanan karena mengambil langkah itu sementara pemerintah lainnya masih sangat tertutup," imbuh Brian.

Google juga memuji karakter Menteri Susi yang terkenal jujur, tegas, berani, inspiratif dan tidak ragu-ragu menindaktegas kapal-kapal yang melanggar, seperti meledakan kapal asing pencuri ikan yang melewati batas perairan Indonesia. Ia berhasil mengungkap hampir 5000 kapal asing pencuri ikan dengan inisiatifnya menggunakan teknologi mutakhir tersebut. Melihat prestasi Indonesia, negara lain, seperti Peru pun mulai melakukan hal yang sama.

Susi juga menjadi sorotan warganet. Asisten Pribadi Susi, Fika Fawzia, mengunggah tangkapan layar ke akun Twitter @ngr07. Pada gambar tersebut terlihat Menteri Susi menjadi headline di media daring Norwegia, Dagens Naeringsliv. Media itu menyebutkan Menteri Perikanan Norwegia, Per Sandberg pergi ke Indonesia untuk bertemu Susi yang disebut sebagai Menteri Perikanan paling tangguh di dunia.

"Ibu @susipudjiastuti masuk headline berita di media Norwegia. Artinya: `Sandberg (Menteri Perikanan Norwegia) akan ke Indonesia untuk bertemu Menteri Perikanan paling tangguh (tough) di dunia," tulis Fika, dikutip Dream pada Jumat, 20 April 2018.

Warganet mengapresiasi "predikat" yang disebutkan Dagens kepada Susi. Ada warganet yang bangga menyebut Susi sebagai Kartini Masa Kini. "Weeh weeh mantab dan membanggakan rakyat Indonesia," tulis @dickrahar. "Bu susi hebat. Salut dan bangga. Nggak pernah terbayangkan diakui negara lain. Hehehe. Benar-benar kerja kerja kerja, bukannya nyinyir nyinyir nyinyir saja," tulis @Rizky64044946. " Ibu Kartini jaman now," tulis @FauzySK88.

Bos Susi Air itu pada Kamis 11 Mei 2017 juga menerima anugerah Peter Benchley Ocean Award atas visi dan kebijakan pembangunan ekonomi dan konservasi laut di Indonesia. Peter Benchley Ocean Award adalah penghargaan maritim tertinggi di dunia yang bersifat unik, karena tidak saja mengakui prestasi yang dicapai pembuat kebijakan publik, tetapi juga warga masyarakat dalam menyelamatkan laut.

Kita membutuhkan Kartini Kartini masa kini yang punya jiwa kepemimpinan progresif yang mampu mengikuti perkembangan zaman, dan menjawab perubahan zaman. Seperti halnya sosok seperti Susi yang berani mendobrak sistem dengan segala kepolosannya. Atau sosok Menteri Keuangan Sri Mulyani yang memiliki kepribadian lugas, cerdas, dan pergaulan yang sangat luas. Kita sudah jenuh dengan beragam retorika yang disampaikan ke publik dengan bahasa pejabat yang selalu berkamuflase. (*)

Penulis: Ahmad Suroso
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved