Menkes RI Tegaskan Penanganan Tiga Isu Penting Kesehatan di Indonesia 

Khusus tuberculosis, yang ditakutkan adalah resistensi dari obat. Pendampingan harus dipastikan berjalan kontinyu dan optimal.

Menkes RI Tegaskan Penanganan Tiga Isu Penting Kesehatan di Indonesia 
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Prof Dr dr Nila Farida Moeloek SpM (K) didampingi Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat Doddy Riyadmadji dan pejabat lainnya saat tiba di Hotel Kapuas Palace Pontianak, Rabu (18/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Prof Dr dr Nila Farida Moeloek SpM (K) mengatakan bahwa pemerintah menjadikan tiga isu penting kesehatan sebagai fokus penanganan.

Tiga isu itu yakni stunting, tuberculosis dan imunisasi.

“Kami akan garap ini dengan memanfaatkan seluruh sektor. Satu diantara upaya dengan menerapkan program Indonesia sehat melalui 12 Indikator,” ungkapnya saat diiwawancarai usai Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2018 di Hotel Kapuas Palace Pontianak, Rabu (18/4/2018).

Baca: PJ Gubernur Apresiasi Kunker Kesembilan Menkes RI ke Kalbar

Ia menambahkan Indonesia menempati urutan kedua penderita tuberculosis (TBC) di dunia. Di sisi lain, angka stunting juga terbilang tinggi di Indonesia di atas angka target yang ditetapkan WHO.

Menkes menimpali isu kesehatan di Indonesia memang paling menarik digali sekaligus diselesaikan.

Khusus tuberculosis, yang ditakutkan adalah resistensi dari obat. Pendampingan harus dipastikan berjalan kontinyu dan optimal.

Baca: Menkes RI Hadiri Rakerkesda Provinsi Kalbar Tahun 2018, Ini Rangkaiannya

“Semua harus saling bahu-membahu menuntaskan masalah ini. Jika sudah terjadi resistensi, itu dapat merugikan negara baik secara ekonomi maupun hubungan dengan negara lain. Pemberian imunisasi kepada anak sejak dini adalah dasarnya,” katanya.

Apabila stunting tidak disikapi serius, Menkes pesimis Indonesia siap menghadapi bonus demografi. Selain masalah penyakit menular, pemerintah tengah fokus dalam penanganan penyakit tidak menular diantaranya penyakit jantung dan Diabates.

“Untuk mengentaskan permasalah ksehatan, kita tidak bisa bekerja sendiri dari jajaran Kemenkes. Namun, kerjasama yang baik tentu itu yang diharapkan. Misalnya, dalam memberikan dakwah, berikan dakwah tentang kesehatan,” tukasnya. 

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help