TribunPontianak/

Rektor UPB Targetkan Akreditasi dan Pembukaan Prodi Baru

"Basis akreditasi institusi kita sudah B, Tahun 2020 akan mulai lagi minimal sama, dan semua prodi niali B," ungkapnya.

Rektor UPB Targetkan Akreditasi dan Pembukaan Prodi Baru
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ M WAWAN GUNAWAN
Pelantikan Rektor Universitas Panca Bhakti Pontianak Dr Purwanto SH M HUM (Kopiah Hitam), di Hadapan Pembina Yayasan Panca Bhakti Rihat Natsir Silalahi M Si, Selasa (17/4/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, Pontianak -  Pembina Yayasan Panca Bhakti, Baru saja melantik Dr Purwanto sebagai rektor baru Universitas Panca Bhakti (UPB) menggantikan rektor sebelumnya Prof Dr Ir Rahmatullah Rizieq, Selasa (17/4/2018).

Meskipun baru dilantik sebagai rektor, Dr Purwanto sudah menargetkan apa Sasa yang akan dikerjakannya dalam kurun waktu empat tahun mendatang (2018-2022).

Sedikitnya ada dua target yang ditetapkannya, yaitu meningkatkan akreditasi dan membuka Program Studi - Program Studi baru.

Baca: Rektor UPB : Refleksi Dari Para Pendiri, Dengan Semangat Soliditas

"Dari 1983 UPB memiliki 6 prodi, Bukan berarti stagnan, tapi ada peningkatan di jumlah mahasiswa. Sekarang idealnya 10 Prodi," ungkap Purwanto setelah upacara pelantikan.

Namun demikian Purwanto mengatakan akan Membuka Prodi-prodi baru yang sesuai dengan kebutuhan yang ada di Kalimantan Barat, seperti pertambangan dan lainnya.

Baca: Alumni UPB Ucap Terimakasih ke Mantan Rektornya Rahmatullah Rizieq

Untuk akreditasi UPB, alumni fakultas Hukum Universitas Tanjungpura ini menargetkan tahun 2020 untuk universitas minmal sama dengan saat ini dengan nilai B, Sedangkan fakultas dan program studi minimal sama dengan universitas dengan nilai B.

"Basis akreditasi institusi kita sudah B, Tahun 2020 akan mulai lagi minimal sama, dan semua prodi niali B," ungkapnya.

Untuk mencapainya Purwanto akan bersinergi dan berkonsolidasi di internal, dan juga sinergi dengan jejaring akan dimaksimalkan. Namun demikian kesemuanya itu memiliki tantangan tersendiri menurut Purwanto.

"Tantangan peningkatan kompetensi harus secara gredual, dengan peningkatan dunia teknologi yang luar biasa harus dilakukan percepatan-percepatan kompetensi dan kapasitas tenaga dosen dan karyawan," tutupnya.(mg1)

Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help