TribunPontianak/

Ahnas: Kejahatan Pekerja Migran Ilegal Bagaikan Sindikat Narkoba

Ahnas menyebutkan maraknya kasus PMI yang berstatus ilegal yang kemudian dideportasi disebabkan berbagai masalah.

Ahnas: Kejahatan Pekerja Migran Ilegal Bagaikan Sindikat Narkoba - migran_20180417_214653.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Kepala BP3TKI Pontianak Ahnas menjelaskan kepada awak media terkait permasalahan pekerja migran di Kantor BP3TKI Pontianak, Jalan Uray Bawadi, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (17/4/2018) pagi. Ahnas menyamakan pengiriman pekerjan migran ilegal seperti peredaran narkoba jaringan internasional yang terputus mata rantainya. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Ahnas: Kejahatan Pekerja Migran Ilegal Bagaikan Sindikat Narkoba - migran_20180417_214711.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Kepala BP3TKI Pontianak Ahnas menjelaskan kepada awak media terkait permasalahan pekerja migran di Kantor BP3TKI Pontianak, Jalan Uray Bawadi, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (17/4/2018) pagi. Ahnas menyamakan pengiriman pekerjan migran ilegal seperti peredaran narkoba jaringan internasional yang terputus mata rantainya. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Ahnas: Kejahatan Pekerja Migran Ilegal Bagaikan Sindikat Narkoba - migran_20180417_214735.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Kepala BP3TKI Pontianak Ahnas menjelaskan kepada awak media terkait permasalahan pekerja migran di Kantor BP3TKI Pontianak, Jalan Uray Bawadi, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (17/4/2018) pagi. Ahnas menyamakan pengiriman pekerjan migran ilegal seperti peredaran narkoba jaringan internasional yang terputus mata rantainya. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Destriadi Yunas Jumasani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Bersamaan dengan coffee morning bersama sejumlah awak media yang digelar di Kantor BP3TKI Pontianak, Jalan Uray Bawadi, Pontianak, Selasa (17/4/2018) pagi.

Kepala BP3TKI Pontianak Ahnas merilis data Pekerja Migran Indonesia (PMI-dulu disebut TKI) yang berasal dari Kalimantan Barat yang bekerja di luar negeri sepanjang triwulan pertama tahun 2018.

Baca: Ngeri! Buaya Berbobot 250 Kg Ini Ternyata Sempat Terkam Bocah SMP, Ini Kronologinya

Baca: Suasana Rakor Diskumindag Sambas Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Ramadan

Berdasarkan data SISKOTKLN (Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri) yang dimiliki oleh BNP2TKI melalui unit kerjanya di Kalimantan Barat yaitu BP3TKI Pontianak tercatat angka penempatan PMI sepanjang triwulan pertama tahun 2018 sebanyak 398 orang ke sejumlah negara penempatan PMI antara lain ke negara Malaysia sebanyak 365 orang, Brunei Darussalam sebanyak 27 orang, Taiwan sebanyak 3 orang, Solomon Island sebanyak 1 orang, Papua Nugini sebanyak 1 orang dan Congo sebanyak 1 orang.

Baca: Terawangan Mbah Mijan Terbukti, Aktor Riza Shahab Ditangkap Atas Kasus Narkoba, Ini Kronologinya!

“Para PMI ini bekerja pada sektor formal sebanyak 395 orang dan sektor informal sebanyak 3 orang, dan terdiri dari laki-laki sebanyak 268 orang dan perempuan sebanyak 130 orang,” tutur Ahnas.

Ahnas menuturkan menjadi PMI merupakan satu diantara pilihan bagi sebagian masyarakat Kalimantan Barat untuk mendapatkan pekerjaan yang layak demi meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarganya.

Angka remitansi atau gaji PMI yang dikirimkan ke Indonesia khususnya Kalimantan Barat oleh para PMI pada periode yang sama mencapai Rp. 2.154.884.394.

Halaman
123
Penulis: Destriadi Yunas Jumasani
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help