Pilgub Kalbar

Mahasiswa Nilai Pilgub Kalbar Terkesan Kurang Meriah, KPU-Bawaslu Beri Penjelasan

Sejumlah organisasi kemahasiswaan menilai bahwa pelaksanaan Pilkada serentak, di Kalbar terkesan kurang meriah

Mahasiswa Nilai Pilgub Kalbar Terkesan Kurang Meriah, KPU-Bawaslu Beri Penjelasan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Calon Gubernur Kalimantan Barat Milton Crosby (belakang kanan), Karolin Margret Natasa (depan kanan) dan Sutarmidji (belakang kiri) usai cap tangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dan pimpinan partai beserta Forkopimda Kalbar untuk Deklarasi Tolak & Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA untuk Pilkada 2018 Berkualitas di Hotel Orchardz, Jalan Gajahmada, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (15/2/2018) sore. Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Barat, Ruhermansyah menegaskan Kalbar berada pada posisi ketujuh tingkat kerawanan politik uang atau money politics dan politisasi Suku, Agama Ras dan Antargolongan (SARA) seluruh Indonesia berdasarkan hasil pemetaan atau mapping yang dilakukan oleh Bawaslu RI. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -Sejumlah organisasi kemahasiswaan menilai bahwa pelaksanaan Pilkada serentak, di Kalbar terkesan kurang meriah. Mereka memberikan beberapa pandangan penyebab kurang meriahnya pesta demokrasi dari proses Pemilu sebelumnya.

"Memang ketika melihat pesta demokrasi kali ini kurang meriah. Dikarenakan APK (Alat Peraga Kampanye) calon yang kurang tersebar dan terbatasnya ukuran APK, serta pemasangan APK. Karena, semua itu sudah di atur dalam Peraturan KPU," ujar Ketua Kajian dan Advokasi Masyarakat Pokja Rumah Demokrasi Kalbar, Maryadi, Minggu (15/4) kemarin.

Walau begitu, menurutnya, harusnya para kontestan lebih inovatif dalam model kampanye. Dengan itu, dikatakan, lebih memeriahkan pesta demokrasi meskipun harus tetap mematuhi aturan-aturan terkait kampanye.

"Sebenarnya yang menjadi kemeriahan dan keseruan Pilkada kali ini, karena memilih pemimpin yang notabenenya bukan petahana. Sehingga, Pilkada kali ini rakyat banyak menyimpan harapan baru kepada semua calon yang ingin didukung," katanya.

Baca: PSI Belum Nyatakan Sikap Dukungan Terhadap Pasangan Pilgub Kalbar

Ia juga menegaskan bahwa terpenting semua elemen bisa berperan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Namun, ia yakin kemeriahan pesta demokrasi akan berdampak pada partisipasi masyarakat memilih.

"Bagi kami, ketidakmeriahan pesta demokrasi juga salah satu pengaruh terhadap partisipasi masyarkat pada Pilkada. Harusnya KPU lebih menggalakkan lagi sosialisasi kemasyarakat bukan sebaliknya sehingga partisipasi masyarakat bisa lebih meningkat lagi," tuturnya.

Apalagi, ditegaskan, cukup banyak pemilih potensial non-KTP Elektronik dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS). Ia berharap, persoalan ini bisa segera diatasi sebelum hari pencoblosan.

Ketua Himapol FISIP Untan, Hengki Hayatullah juga menilai pesta demokrasi kali ini kurang meriah. Ia juga mengakui satu di antara penyebabnyak bisa saja karena aturan KPU yang membatasi kampanye Paslon.

Halaman
123
Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: haryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved