Lantamal XII Pontianak Turut Serta Operasi Bina Karunia Kapuas 2018

hadiri Apel Gelar Pasukan Ops Bina Karunia Kapuas 2018 Polda Kalbar di Jl. A.Yani III Desa Limbung Kabupaten Kubu Raya.

Lantamal XII Pontianak Turut Serta Operasi Bina Karunia Kapuas 2018
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Wadan Lantamal XII Pontianak Kol Laut (P) Joko Sumitro foto bersama Kapolda Kalbar dan jajaran, Lanud Supadio, Kodam XII Tanjungpura. 

Citizen Reporter
Mayor Laut (E) Irawan Tribudiono
Kadis Penerangan Lantamal XII Pontianak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) XII Pontianak Laksamana Pertama (Laksma) TNI Gregorius Agung W. D. M.Tr (Han) diwakili Wakil Komandan (Wadan) Lantamal XII Kolonel Laut (P) Joko Sumitro, S.E hadiri Apel Gelar Pasukan Ops Bina Karunia Kapuas 2018 Polda Kalbar di Jl. A.Yani III Desa Limbung Kabupaten Kubu Raya.

Dalam sambutan Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol. Drs. Didi Haryono SH.,MH menyampaikan bahwa dari perspektif kamtibmas kondisi kalimantan barat secara umum masih kondusif, ini berkat kerjasama kita semua dalam membangun kalimantan barat menjadi lebih maju dan terdepan, serta mampu dan mau berkompetisi dengan provinsi-provinsi lainnya dalam bidang dan aspek apapun.

Baca: Berikut Daftar Juara di Pontianak Open Atletik

Berbicara tentang kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kita ketahui bersama bahwa pada tahun 2015 indonesia pernah mengalami bencana kebakaran besar yang terjadi bertepatan dengan Fenomena El-Nino. Saat itu seluar 2,6 juta Ha hutan dan lahan telah terbakar dan menimbulkan dampak kerugian ekonomi hingga mencapai Rp.16,1 juta dollar atau melebihi 200 trillyun rupiah.

Lebih lanjut, Kalimantan Barat termasuk salah satu provinsi yang rawan kebakaran hutan, kebun dan lahan, dimana factor pemicu terjadinya kebakaran adalah pemanfaatan/pembukaan lahan perkebunan dengan cara di bakar dan tidak terkendali sehingga membakar lahan gambut lainnya.

Terjadinya kebakaran hutan, kebun dan lahan di areal yang luas dapat menimbulkan dampak yang besar dan sangat merugikan kita semua terutama dapat merusak, saraf otak, menghambat kecerdasan dan pertumbuhan anak-anak, mengganggu aktivitas belajar anak di sekolah, menimbukan penyakit infeksi saluran pernafasan, menghambat transportasi penerbangan, lalu lintas di darat dan di laut, dan menghambat pertumbuhan ekonomi.

Baca: Ngeri! Detik-detik Pria Tersengat Listrik di Atap Rumah, Percikan Api Muncul!

Dengan program 100 hari tahap II bidang partnertship, yaitu meningkatkan kerja sama dengan stake holder sebagai mitra, guna membangun keberhasilan baik secara nasional dan khususnya wilayah Kalimantan Barat, sinergitas adalah factor crusial dalam memnghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Danlanud SPO Marsma TNI Minggit Tribowo, Wadan Lantamal XII Kolonel Laut (P) Joko Sumitro, Wakapolda Kalbar Brigjen Pol Sri Handayani, Pangdam XII/TPR diwakili Waaster Letkol Inf Made, Dandim 1207/BS Kolonel Inf Ulysses Sondang, Wakil Bupati Kab. Kubu Raya Drs. Hermanus, M.Si, Perwakilan BMKG Kalbar, Perwakilan Rekto Universitas serta perguruan tinggi di Pontianak, Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kalbar, Para pimpinan Damkar Swasta di wilayah Pontianak dan Kab. Kubu Raya, Para Tokoh Masyarakat Kalbar.

Demikian Berita Dinas Penerangan Lantamal XII Pontianak.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: listya sekar siwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help