Askiman Angkat Dua Anak TKI Asal Kayan Hulu yang Meninggal di Malaysia

Melihat kondisi kedua anak tersebut yang memprihatinkan, membuat Askiman tersentuh hatinya untuk mengangkat sebagai anak.

Askiman Angkat Dua Anak TKI Asal Kayan Hulu yang Meninggal di Malaysia
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ WAHIDIN
Wakil Bupati Sintang Askiman beserta istri mengikuti Upacara Adat Pengangkatan Anak, dua di antara tiga anak yang diangkat adalah anak TKI asal Kecamatan Kayan Hilir yang meninggal di Kuala Lumpur, Malaysia 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG- Meninggalnya TKI asal Desa Merah Arai, Kecamatan Kayan Hulu bernama Diana karena sakit di Kuala Lumpur, Malaysia berujung pada penjemputan kedua anaknya oleh Wakil Bupati Sintang Askiman beberapa waktu lalu.

Dua anak Almarhumah Diana, bernama Dahlia Kusuma Tebi (6) dan Haryo Adriano Tebi (5) kini secara resmi dan melalui Upacara Adat Pengangkatan Anak telah diangkat menjadi bagian keluarga besar Askiman.

Baca: Beginilah Upacara Adat Dayak Pengangkatan Tiga Anak Baru Wabup Sintang Askiman

Melihat kondisi kedua anak tersebut yang memprihatinkan, membuat Askiman tersentuh hatinya untuk mengangkat sebagai anak.

Meskipun memang kakek dan nenek kandungnya masih ada di Kayan Hulu.

Baca: TKI Asal Kayan Hulu Meninggal di Malaysia, Wabup Sintang Jemput Kedua Anaknya

"Kakek neneknya tinggal di perkampungan. Sementara anak ini sudah terbiasa dengan kebiasaan hidup yang disiplin, tertata, rapi. Dengan ketulusan hati kami berpikir mengambil kedua anak ini menjadi anak kami," kata Askiman, Senin (16/4/2018) siang.

Setelah kedua anak tersebut diangkat secara resmi dan melaui Prosesi Upacara Adat Dayak Pengangkatan Anak, Askiman berjanji untuk bertanggungjawab untuk sampai anak tersebut dewasa, besar, dan mandiri.

"Sehingga keduanya memiliki masa depan yang baik untuk kehidupannya. Kita juga berharap ke semua pihak memandang peristiwa ini oleh karena keprihatinan kita sehingga kewajiban kita sebagai warga negara Indonesia untuk melindungi anak-anaknya yang terlantar dan tidak mendapatkan kesempatan hidup layak," tutupnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved