Penyebaran Flazz Melebihi 10 Ribu, BCA Tak Kejar Nilai Transaksi
Tahun kemarin kita sudah mencapai penjualan lebih dari 10 ribu kartu Flazz BCA.
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Jamadin
Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengklaim program penggunaan uang elektronik untuk transaksi pembelian bahan bakar di setiap SPBU yang ada di seluruh kota Pontianak, Kalimantan Barat berjalan sukses. Pasca digulirnya program cashless society SPBU di Jalan Imam Bonjol dan SPBU KH Ahmad Dahlan 16 Agustus lalu, BCA mencatat sudah mengeluarkan lebih dari 10 ribu kartu Flazz BCA.
"Tahun kemarin kita sudah mencapai penjualan lebih dari 10 ribu kartu Flazz BCA. Jadi kita akan terus mendorong, bagi kita kartu hanya sebagai sarana yang paling penting bagaimana kita mengedukasi masyarakat bertransaksi non tunai," ujar Kepala Kantor Cabang Utama Pontianak, Hartoyo saat Zumba Bersama Pontianak Go Cashless di Halaman Ayani Megamall, Minggu (16/4/2018).
(Baca: Patroli ke Pasar, Anggota Polsek Menyuke Sampaikan Ini )
Sejak awal tahun kata Hartoyo penerapan non tunai di SPBU sudah diterapkan untuk jenis premium dan per 1 April mulai untuk jenis Pertalite. "Transaksi BCA so far so good, secara keseluruhan non tunai nasabah bertransaksinya sudah jauh lebih baik nyaman, merchant SPBU sendiri juga tidak banyak mengalami kendala," ujarnya.
Sebagai perbankan dengan angka penyebaran kartu tertinggi, BCA kata dia tidak mengedepankan nilai namun mengejar layanan go cashless karena merupakan program pemerintah. "Kita akan support terus agar tepat, Kota Pontianak dan sekitarnya bertransaksi menggunakan non tunai. Jadi memang secara simultan itu dilakukan untuk program go cashless di Kota Pontianak," ujarnya.
(Baca: Hadiri Rakerdasus DPC PDI Perjuangan, Ini Kata Suryadman Gidot )
Jika dibandingkan kota lain seperti Jakarta yang lebih dulu menerapkan dan melalui tahap sosialisasi dengan baik, Kota Pontianak diakui Hartoyo terbilang lambat dalam penerapannya. Jika dibandingkan dengan beberapa negara lain pun diakuinya Indonesia terbilang lambat.
"Tetapi Kota Pontianak pionir karena mempelopori dalam pembelian BBM.
Makanya kami tidak mengejar nilai transaksi tetapi bagaimana mereka merasa nyaman. Target merchant setiap tahunnya pasti kita ingin ada penambahan merchant tiap tahun tetapi tujuan utama bagaimana mereka bisa teredukasi bertransaksi dengan non tunai," harapnya.
BCA melalui program pembelian BBM non tunai, membantu SPBU sebagai mitra dalam melayani transaksi lebih cepat. "Nanti minimal, antrian berkurang. Sekali tap kartu ini, kalau dengan ketik nominal itu hitungan sekitar 5 detik sudah selesai. Selain itu mengurai kemacetan juga jika menggunakan uang tuani kan biasanya cek keasliannya dan kembalian uangnya. Kedepannya kartu flazz bisa untuk pembayaran parkir, kuliner dan bertransaksi di beberapa outlet. Jadi transaksi aman dan nyaman hanya dengan satu kartu,” ujarnya.