TribunPontianak/

Forkopimda Sekadau Keluarkan Instruksi Bersama Cegah Karhutla

Nanti akan dikeluarkan instruksi bersama. Ini untuk mengatur kebiasaan masyarakat agar tidak timbul pertentangan dengan pemerintah.

Forkopimda Sekadau Keluarkan Instruksi Bersama Cegah Karhutla
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIVALDI ADE MUSLIADI
Forkopimda Sekadau menggelar rapat koordinasi cegah Karhutla. Kepala Pelaksana BPBD Sekadau Akhmad Suryadi menuturkan Akhmad Suryadi menuturkan, seluruh stakeholder telah melaksanakan rapat koordinasi. Hal ini, kata dia, untuk diambil solusi menyikapi karhutla. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rivaldi Ade Musliadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau, Akhmad Suryadi menuturkan, seluruh stakeholder telah melaksanakan rapat koordinasi. Hal ini, kata dia, untuk diambil solusi menyikapi karhutla.

Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan. Menurut data, adanya penurunan signifikan hotspotdi Kabupaten Sekadau. Pada 2015 lalu, tercatat 249 hotspot, 2016 tercatat 182hotspot. Sedangkan, pada 2017 lalu tercatat 84 hotspot.

“Nanti akan dikeluarkan instruksi bersama. Ini untuk mengatur kebiasaan masyarakat agar tidak timbul pertentangan dengan pemerintah,” ujarnya, Minggu (15/4/2018).

Baca: Tahun ini, Sekadau Miliki 5351 Keluarga Penerima Manfaat Terima Bantuan PKH

Diketahui masyarakat yang melakukan ladang berpindah dengan dibakar dilakukan secara turun-temurun. Namun, kata dia, hal itu nantinya akan diatur melalui instruksi bersama.

Selain itu, kata dia, yang paling terpenting adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kesadaran masyarakat,” ucapnya.

Akhmad mengatakan, pemerintah daerah juga telah membentuk kelompok masyarakat (Pokmas) relawan peduli bencana asap akibat karhutla Desa Sungai Kunyit dan Peniti.

Selain itu, kata dia, Pemkab telah membentuk desa tangguh bencana (Destana) di Nanga Mahap.

Halaman
12
Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help