Revolusi Senyap di Dapur Polri

Proses rekrutmen calon anggota Polri dari tahun ke tahun terus menjadi sorotan publik.

Revolusi Senyap di Dapur Polri
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Penandatanganan pakta integritas calon siswa dan calon taruna Polri beserta orangtua di Halaman Stadion Sultan Syarif Abdurrahman, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (13/4/2018) pagi. Polda Kalbar menggelar pakta integritas seleksi penerimaan anggota kepolisian yang dipimpin langsung Kapolda Kalimantan Barat Irjen Didi Haryono. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Proses rekrutmen calon anggota Polri dari tahun ke tahun terus menjadi sorotan publik.

Sudah menjadi rahasia umum, ada anggapan proses rekrutmen tak sepenuhnya bersih.

Isu-isu miring soal suap menyuap untuk masuk kepolisian hingga kesempatan sekolah bagi seorang polisi selalu mengemuka.

Karena itu Polri berusaha menepis anggapan itu, dengan melakukan penerimaan calon anggota Polri lebih transparan.

Prinsip akuntabilitas dijalankan tim seleksi. Reformasi di tubuh kepolisian terus dilakukan. Kuncinya ada di proses rekrutmen.

Baca: Pastikan Penerimaan Anggota Polri Bersih, Tokoh Masyarakat Sintang Pegang Komitmen Kapolda Kalbar

Ketika seseorang anggota kepolisian sejak dini diajarkan akan integritas, tentu itu akan berlanjut ke jenjang selanjutnya.

Untuk memperbaiki proses rekrutmen anggota Polri agar semakin berkualitas, bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Polri telah melakukan perubahan yang signifikan di tubuh Polri.

Utamanya pada proses penerimaan anggota Polri dengan mengacu pada prinsip dasar penerimaan yaitu "BETAH", kepanjangan dari Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis.

Hal itu terjadi semenjak mantan Kapolda Kalbar, Irjen Pol Arief Sulistyanto menjabat Asisten SDM Kapolri atau yang biasa disebut Kepala SDM Polri, sejak Februari 2017 hingga sekarang.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Suroso
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved