TribunPontianak/

Tim Visitasi Sarankan Ini Dalam Hal Pelayanan di RSUD Sultan Muhammad Jamaluddin

dr H Pendi T Perdjaman, menyarankan agar nantinya pihak pengelola RSUD Sultan Muhammad Jamaluddin I bekerjasama

Tim Visitasi Sarankan Ini Dalam Hal Pelayanan di RSUD Sultan Muhammad Jamaluddin
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/ADELBERTUS CAHYONO
Ketua Badan Pengawas Rumah Sakit Kalimantan Barat dr H Pendi T Perdjaman saat diwawancarai sejumlah awak media saat melakukan penilaian terhadap Rumah Sakit Sultan Muhammad Jamaluddin I Kayong Utara, Kamis (11/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Adelbertus Cahyono

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Ketua Badan Pengawas Rumah Sakit Kalimantan Barat dr H Pendi T Perdjaman, menyarankan agar nantinya pihak pengelola RSUD Sultan Muhammad Jamaluddin I bekerjasama dengan rumah sakit terdekat lainnya dalam memberikan pelayanan yang harus menggunakan dokter spesialis.

Menurutnya, pihak pengelola bisa membuat MoU dengan rumah sakit di Ketapang.

"Jadi bisa nanti tenaga spesialis yang di Ketapang melakukan pelayanan disini, mungkin dua atau tiga kali seminggu, tetapi harus terjadwal," katanya, Jumat (12/4/2018).

Baca: Tim Visitasi Beri Apresiasi Rumah Sakit Kayong, Hanya Bagian Ijinnya Saja yang Dapat Sorotan Khusus

Sehingga walaupun dokter spesialis yang bersangkutan tidak setiap hari bertugas di RSUD Sultan Muhammad Jamaluddin I, masyarakat tetap tahu karena sudah terjadwal.

Namun demikian, dia menegaskan agar rumah sakit kelas d itu juga harus tetap melayani BPJS Kesehatan untuk masyarakat.

"Kan tidak mungkin malah dikalahkan rumah sakit swasta dalam pelayanan BPJS, kan rumah sakit ini sudah tidak perlu memikirkan gaji karyawan dan peralatan, sudah ditanggung pemerintah semua," ujarnya.

Selain itu, dia juga menyampaikan, disamping BPJS Kesehatan, sebaiknya Pemerintah Kabupaten Kayong Utara juga menyiapkan dana khusus untuk menanggung biaya berobat pasien kurang mampu yang tidak memiliki kartu BPJS Kesehatan.

"Misalnya ada ibu yang mau bersalin tapi tidak punya BPJS, ini bisa dibackup, salah satunya untuk menghindari angka kematian ibu," pungkasnya.

Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help