Istri Lolos dari Maut, Tolak Ajakan Suami Tenggak Racun Rumput

Seorang pria di Dusun Ladak Desa Meragun Kecamatan Nanga Taman, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menenggak racun rumput.

Istri Lolos dari Maut, Tolak Ajakan Suami Tenggak Racun Rumput
TRIBUN PONTIANAK
Racun rumput yang diminum Latinus, Rabu (11/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rivaldi Ade Musliadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Seorang pria di Dusun Ladak Desa Meragun Kecamatan Nanga Taman, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menenggak racun rumput.

Latinus (52) yang juga merupakan kepala keluarga itu, nekat melakukan aksi bunuh diri dirumahnya sendiri. Hal yang lebih mencengangkan lagi, sebelum korban melakukan aksi nekatnya itu, korban telah mengajak sang istri, Yah, untuk ikut bunuh diri bersama dengan cara meminum racun rumput.

Kasat Reskrim Polres Sekadau, Iptu M Ginting, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (11/4/2018).

"Informasi yang kita dapatkan, korban terlebih dahulu mengajak sang istri untuk melakukan bunuh diri bersama, namun sang istri menolak," ujar Ginting saat ditemui Tribun di ruangannya, Kamis (12/4/2018).

Dia memaparkan kronologi bermula saat korban mengajak istrinya melakukan bunuh diri bersama, Rabu sekira pukul 05.00 WIB. Lalu sang istri menasehati korban, dan meminta korban agar tidak bunuh diri. Kemudian pamit hendak ke kamar mandi.

"Saat dikamar mandi, diketahui korban meminum hampir sebotol racun rumput. Kemudian korban terlihat gelisah," tutur Ginting.

Melihat keadaan korban, lalu istri korban mencoba memberikan susu kepada korban. Namun korban menolak dengan alasan mau mati saja, istri korban lalu memanggil anaknya bernama Pendi, kemudian mereka mencoba merujuk ke puskesmas Nanga Taman.

Lagi-lagi korban menolak dengan alasan sudah terlambat, karena sudah ada firasat mau meninggal. Istri dan anak korban lalu mencoba memaksa memberikan susu dan air putih tetapi korban memuntahkan susu dan air tersebut.

"Kemudian keluarga mencoba menghubungi tenaga medis di desa Meragun, dan oleh tenaga medis korban harus segera di rujuk. Dan korban lagi-lagi menolak untuk dirujuk. Sehingga pada pukul 12:00 WIB, korban akhirnya meninggal dunia dirumahnya," ungkap Ginting.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Dian Lestari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help