Peduli Produk Tradisional, Yayasan Palung Gelar Pelatihan Pengembangan Produk Tikar Pandan
Yayasan Palung bersama Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) dan pihak terkait lainnya menyelenggarakan pelatihan.
Penulis: Subandi | Editor: Madrosid
Citizen Reporter
Asisten Manager Pendidikan Lingkungan dan Media Kampanye Yayasan Palung
Petrus Kanisius
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Yayasan Palung bersama Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) dan pihak terkait lainnya menyelenggarakan pelatihan.
Khususnya mengenai pengembangan produk dan desain anyaman tikar pandan dan lidi nipah.
Kegiatan dilaksanakan tiga hari di Desa Penjalaan Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara belum lama ini.
Pesertanya 22 orang yakni enam orang laki-laki dan 16 perempuan.
Ketua UKM Ida Craff, Saparidah menjadi faslitator pengembangan produk dan anyaman tikar pandan. Sedangkan fasilitator pengembangan anyaman lidi nipah adalah Darwani AnggotaPengarin Kelompok Karya Sejahtera.
Baca: Pelajari Dunia Industri Sebenarnya, 105 Siswa SMKN 2 Singkawang Bertandang ke Tribun Pontianak
Manager Program Perlindungan Satwa (PPS) Yayasan Palung, Edi Rhman, mengatakan pada kegiatan ini para peserta diajarkan mengembangkan anyaman tikar pandan.
Selanjutnya dijadikan berbagai produk kerajinan lain seperti tas.
Kemydian tudung saji, box buku, kipas, tempat tissu, tempat toples dan toples. Sedangkan lidi nipah dikembangkan menjadi anyaman lekar atau tempat nasi dan tempat buah. Para peserta juga diajarkan tentang metode pewarnaan tikar pandan.
Sehingga selama pelatihan itu dihasilkan secara langsung beberapa buah tas besar dan kecil, box buku tenpat toples.
Kemudian tudung saji ukuran besar dan ukuran kecil, toples kue, kipas tempat tissu, Lekar, keranjang buah dan lain-lain.
Edi berharap adanya pelatihan ini para peserta dapat mendesain anyaman tikar pandan dan lidi nipah menjadi berbagai produk kerajinan. Sehingga bisa menjadi pendapatan alternatif khususnya masyarakat wilayah tersebut.