Presma Untan Kritisi Debat Publik Pilgub Kalbar Yang Digelar KPU

Selain itu, menurut Iqbal saat pelaksanaan debat, yang menjadi peserta atau audiens malah didominasi oleh para pendukung Paslon.

Presma Untan Kritisi Debat Publik Pilgub Kalbar Yang Digelar KPU
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Presiden Mahasiswa Universitas Tanjungpura, Muhammad Al Iqbal 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Presiden Mahasiswa Universitas Tanjungpura, Muhammad Al Iqbal angkat bicara terkait pelaksanaan Debat Publik Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat tahun 2018 sesi pertama yang di laksanakan oleh KPU Provinsi Kalimantan Barat pada Sabtu (7/4/2018) malam.

"Dalam pelaksanaan debat publik tersebut banyak hal yang harus di evaluasi oleh KPU Kalbar, beserta Tim Ahli perancang kegiatan Tersebut," ungkapnya, Senin (9/4/2018).

Baca: Debat Pilgub Kalbar 2018, Pengamat Ini Bilang Sutarmidji Paling Siap Jadi Gubernur

Koordinator Pusat Aliansi BEM Se-KalBar mengawal Pilkada ini mengkritisi, bahwa debat publik yang seharusnya bisa menjadi kegiatan yang prioritas bagi masyarakat Kalbar, seolah-olah hanya menjadi sebuah kegiatan seremonial belaka.

"Karena info mengenai kegiatan uji publik sesi pertama ini kurang maksimal. Masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui kegiatan tersebut. Padahal jadwal pelaksanaan sudah lama ditentukan oleh pihak KPU Kalbar," tegasnya.

Selain itu, menurut Iqbal saat pelaksanaan debat, yang menjadi peserta atau audiens malah didominasi oleh para pendukung Paslon.

"Yang mana seharusnya, yang menjadi objek utama yang harus mengetahui visi, misi dan program paslon adalah masyarakat. KPU bisa saja berdalih bahwa kegiatan tersebut sudah ditayangkan secara langsung di TV Lokal. Namun pertanyaanya adalah, seberapa banyak dan seberapa besar antusias masyarakat Kalbar untuk menyaksikan kegiatan tersebut di TV, apalagi TV Lokal. Hal tersebut menjadikan Kegiatan tersebut hanya sebagai kegiatan seremonial belaka dan hanya adu kekuatan pendukung serta yel-yel saat debat publik," jelasnya.

Kemudian yang disorotinya juga, adalah terkait topik yang di angkat dalam Debat Publik tersebut.

Kendati dalam menyusun materi pembahasan tersebut, menurutnya KPU sudah melibatkan tim ahli yaitu dari akademisi dan pengamat, namun topik yang diangkat adalah topik yang masih umum.

"Sehingga para calon tidak bisa menjelaskan secara khusus terkait program yang mereka tawarkan. Sehingga hampir tidak ada satu pun program yang dapat ditawarkan oleh para Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar pada Debat Publik tersebut," ujarnya.

Tak hanya itu saja, menurut Iqbal masalah durasi penyampaian visi, misi serta program yang sangat singkat.

Sehingga penyampaian yang diberikan oleh paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar, hanya bersifat normatif, mereka tidak sempat menyampikan visi misi dan program secara gamblang.

"Maka dari itu, kami berharap bahwa KPU Kalbar bisa melakukan perbaikan dan Kami dari BEM Untan akan melaksakan kegiatan bedah visi misi Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Kalbar pada tanggal 16 April 2018. Sebagai alternatif lain, untuk masyarakat bisa mengetahui visi, misi serta program dari Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Kalbar," sambungnya.

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved