Editorial

Seberangi Lautan Demi Ikut UNBK

Ujian berbasis komputer ini dinilai lebih hemat, efisien dan memiliki risiko kebocoran soal sangat rendah.

Seberangi Lautan Demi Ikut UNBK
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANESH VIDUKA
Siswa-siswi SMK Negeri 5 Pontianak mengikuti UNBK di SMK Negeri 5 Pontianak, Jalan A Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (3/4/2018) pagi. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Selama empat hari, 2-5 April 2018 sebanyak 1.485.302 siswa Sekolah menengak kejuruan (SMK) dari 19 provinsi, termasuk Kalimantan Barat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Dari jumlah tersebut, sebanyak 18.065 siswa dari 181 SMK di Kalbar.

Ujian berbasis komputer ini dinilai lebih hemat, efisien dan memiliki risiko kebocoran soal sangat rendah.

Ironis, demi bisa ikut Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), ratusan siswa asal Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara, dan siswa asal Jelau Hulu, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalbar harus menginap empat hari di kecamatan terdekat untuk ikut UNBK yang digelar mulai awal pekan ini.

Belum tersedianya sarana dan prasarana penunjang UNBK, seperti komputer atau laptop, internet, hingga jaringan listrik mengharuskan siswa asal daerah terjauh menginduk ke sekolah yang berada di pusat kota. Akibatnya, para orangtua siswa terpaksa harus mengeluarkan biaya transportasi, konsumsi, penginapan dan akomadasi untuk anak-anaknya selama empat hari agar dapat mengikuti UNBK 2018.

(Baca: KPU Pontianak Bolehkan Tim Paslon Cetak Jadwal Imsakiyah Saat Ramadan )

Seperti dialami 82 siswa SMKN 1 Pulau Maya. Kepala SMKN 1 Pulau Maya Israel SM Tangel Senin (2/4), selama pelaksanaan UNBK, para pelajar SMKN 1 Pulau Maya ada yang menginap di rumah sanak saudara, dan di penginapan. Mereka yang menginap di tempat penginapan inilah yang hanya mengeluarkan biaya cukup besar.

Belum lagi biaya konsumsi selama 4 hari di Sukadana, ibukota Kabupaten Kayong Utara. Satu hal yang paling dia khawatirkan adalah soal keselamatan siswa-siswinya saat menempuh perjalanan dari Kecamatan Pulau Maya menuju Sukadana atau sebaliknya, harus mengarungi lautan dengan kondisi cuaca yang sulit diprediksi menggunakan kapal klotok selama 4-5 jam. Ombak juga sering besar.

Kondisi serupa juga dirasakan siswa SMK asal Kecamatan Jelai Hulu. Mereka harus menginduk ke sekolah yang berada di Kecamatan Benua Kayong. Sekretaris Dinas Pendidikan Ketapang, Ucup Supriatna kepada awak media menjelaskan, pelaksana UNBK di antaranya SMKN 1 Ketapang juga diikuti SMK dari Kecamatan Jelai Hulu dan lainnya.

Permasalahan yang dialami para siswa dari pulau untuk bisa ikut UNBK tersebut harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan bersama sekolah terkait agar bisa dicarikan solusinya. Solusinya agar tidak memberatkan orangtua siswa, bisa meniru apa yang dilakukan Pemko Batam di Provinsi Kepulauan Riau.

Untuk menghindari keterlambatan karena kendala transportasi, siswa peserta Ujian Nasional (UN) Kepulauan Riau, diinapkan di sekolah selama UNBK 2018 berlangsung. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Arifin Nasir, pihak sekolah menyiapkan semacam rumah tumpangan untuk siswa dari sekolah di pulau-pulau penyangga Kota Batam. Para siswa digratiskan menumpang di sekolah, sekitar sekolah, maupun asrama.

Selain itu sudah semestinya Pemprov Kalbar melalui Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar dan Kabupaten Ketapang, dan Kayong Utara atau mungkin kabupaten lainnya yang mengalami kendala serupa, meningkatkan sarana prasarana pendidikan sekolah berbasis komputer di pulau dan daerah terpencil yang masih terkendala jaringan listrik dan ketersediaan jaringan internet.

Namun jika memang tidak bisa melaksanakan UNBK karena berbagai keterbatasan, seperti tiadanya jaringan internet, listrik, cukup dilakukan ujian nasional berbasis kertas dan pensil. Sebab, syarat utama sekolah bisa menggelar UNBK adalah tersedianya minimal sepertiga jumlah komputer dari jumlah peserta UN yang ada di sekolah tersebut. Termasuk juga harus adanya jaringan internet. Ujian Nasional memang lebih baik dilaksanakan di sekolah kampung sendiri. (*)

Penulis: Ahmad Suroso
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved