TribunPontianak/

Dokter Terawan Dipecat karena Terapi Cuci Otak, Begini Perjalanan Studi dan Karir Alumni UGM Ini

IDI menetapkan sanksi berupa pemecatan selama 12 bulan dari keanggotaan IDI terhitung mulai 26 Februari

Dokter Terawan Dipecat karena Terapi Cuci Otak, Begini Perjalanan Studi dan Karir Alumni UGM Ini
Kolase
Dokter Terawan 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Dokter Terawan Agus Putranto yang dikenal dengan terapi cuci otaknya saat ini tengah menghadapi sanksi yang dijatuhkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

IDI menetapkan sanksi berupa pemecatan selama 12 bulan dari keanggotaan IDI terhitung mulai 26 Februari 2018 hingga 25 Februari 2019.

Dikutip Tribunnews dari Kontan, terapi cuci otak yang dilakukan Terawan dinilai pelanggaran etik serius.

Hal itu diungkapkan oleh Prio Sidipratomo, Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) dalam surat PB IDI yang ditujukan kepada Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Seluruh Indonesia (PDSRI) tertanggal 23 Maret 2018.

Menurut penjelasan singkat Terawan, terapi cuci otak dilakukan dengan cara memasukkan kateter ke dalam pembuluh darah melalui pangkal paha penderita stroke.

Hal tersebut dilakukan untuk melihat apakah ada penyumbatan pembuluh darah di area otak atau tidak.

Jika ada penyumbatan, kondisi inilah yang menyebabkan pasien stroke.

Lewat metode DSA, sumbatan tersebut kemudian dibersihkan sehingga pembuluh darah kembali bersih dan aliran darah kembali normal.

Hasil terapi yang dilakukan Terawan diakui cukup bagus.

"Ada banyak pasien yang merasa sembuh atau diringankan oleh terapi cuci otak itu," jelas Terawan seperti dikutip dari Warta Kota.

Halaman
1234
Editor: Nasaruddin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help