Citizen Reporter
Kebangkitan Kristus Menjadi Kebangkitan dari Kelesuan Hidup
Ratusan Umat Katolik melaksanakan Misa Malam Paskah di Gereja Katolik Santo Hieronimus, Jalan Yam Sabran, Sabtu (31/3/2018).
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Rizky Zulham
Citizen Reporter
Nanda Diaz Arizona
Ketua Seksi Komunikasi Sosial (Komsos)
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ratusan Umat Katolik melaksanakan Misa Malam Paskah di Gereja Katolik Santo Hieronimus, Jalan Yam Sabran, Sabtu (31/3/2018).
Perayaan misa diawali dengan menghidupkan lilin di depan pintu masuk gereja.
Dalam khotbahnya, Pastor Paroki, Gregorius Sabinus CP mengatakan, Yesus Kristus sudah dibangkitkan dari antara orang mati.
"Lalu bagaimana kah dengan kita," tanyanya.
Baca: Paolus Hadi Ucapkan Selamat Paskah
Kebangkitan Yesus terjadi 2 ribu tahun yang lalu. Semua sudah menikmatinya, di Indonesia. Negara Indonesia makmur dan nyaman. Semua pun merasa nyaman.
Sekarang semuanya serba berkecukupan. Walau masih ada yang berkekurangan.
Namun terkadang dalam kenyamanan itu semua melupakan Tuhan.
Semua itu hanyut, ikut arus dunia, dan bahkan dengan sadar dan mau bergabung di dalamnya.
Membuat berita hoaks dan sebagainya.
"Ingat tahun ini adalah tahun politik, tahun Pilkada, sedikit saja sesuatu mengudara yang bersinggungan dengan orang lain, undang-undang ITE yang berbicara," tuturnya.
Baca: Ribuan Umat Katolik di Sanggau Ikuti Misa Perayaan Paskah
Maka kebangkitan Kristus menjadi kebangkitan dari kelesuan dalam hidup berparoki, dalam hidup menggereja.
Bagaimana bangkit dalam hidup berkeluarga, dalam hidup pribadi.