Editorial

Waspada Makanan Mengandung Parasit

Makanya produk ini harus segera ditarik jangan sampai masih diperjualbelikan dan konsumen m enjadi korbannya.

Waspada Makanan Mengandung Parasit
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANESH VIDUKA
Tim terpadu dari Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan kota Pontianak, Sat Pol PP Kota Pontianak, BPOM Pontianak, LPPOM MUI dan Dinas Pangan kota Pontianak memeriksa produk ikan kaleng di Carrefour, Matahari Mall, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (29/3/2018) siang. Dalam pemeriksaan ini tidak ditemukan 27 merk makanan kaleng yang mengandung ikan Makarel yang dijual di Carrefour. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Masyarakat di Indonesia termasuk di Kalimantan Bat sedang heboh terkait makanan mengandung cacing serta parasit cacing. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) sudah mengumumkan 27 merek (138 bets) ikan makarel kalengan positif mengandung parasit cacing. Makanan olahan tersebut terdiri dari 16 merek produk impor dan 11 merek produk dalam negeri.

Ternyata, makanan kalengan berupa ikan makarel kalengan yang terindikasi mengandung parasit cacing masih ditemui di sejumlah tempat di Kalbar. Penelusuran Tribun pada Kamis (29/3), ada tujuh merek ikan makarel kalengan yang beredar bebas di Kalbar yakni Ayam Brand, King's Fisher, ABC, Gaga, Botan, Fiesta Seafood, dan Pronas.

Penelusuran Tribun di Kota Pontianak, ditemukan dua produk yang sama persis dengan yang diuji BPOM baik nomor registrasi BPOM RI maupun kode produksinya. Dua makarel tersebut merek Ayam Brand BPOM RI ML 5439090242251 dengan kode produksi M26 MIPS dan makarel King's Fisher BPOM RI MD 543922014034 dengan kode produksi BMNSS 1.

(Baca: Pengcab IPSI Pontianak Apresiasi Peserta Seleksi Popda Membludak )

Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pontianak, Dra Susan Gracia Arpan Apt MSi, mengimbau masyarakat Kalbar tidak mengonsumsi ikan makarel kalengan ini.

Pasca rilis yang dikeluarkan BPOM RI, petugas di daerah pun melakukan razia. Puluhan petugas gabungan dari Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Pontianak serta Satpol PP dan BPPOM menggelar sidak terkait 27 makanan kaleng produk mackerel yang mengandung parasit cacing.

Tribun juga menemukan tujuh ikan makarel kalengan lainnya di Kabupaten Sambas. Nomor registrasi BPOM RI ketujuh merek makarel tersebut juga sesuai dengan data yang dikeluarkan BPOM RI. Produk tersebut masing-masing ABC Mackerel dalam saus cabai MD 543909391002, Mackerel Ayam Brand dalam saus tomat ML 543909008251, Fiesta Seafood mackerel dalam saus cabai MD 543908032013, Fiesta seafood mackerel dalam saus tomat MD 543908031013, Pronas makarel dalam saus tomat MD 543922010004 dan Pronas makarel dalam saus cabai MD 517122037021.

(Baca: Orangtua Ini Nikahkan Anaknya Yang Masih Balita, Alasannya Bikin Pilu )

Di Sambas, ada sedikitnya 7 jenis makanan makarel kaleng dengan merek dan nomor bets berbeda, dari 27 merek (138 bets) yang diumumkan BPOM, ditemukan di Sambas.
Atas kasus ini Ketua Lembaga Pemberdayaan Konsumen dan Lingkungan (LPKL) Kalbar, Burhanuddin Harris, meminta BPPOM memperhatikan benar-benar kasus ikan kaleng ini.

Khusus di Kalbar dan termasuk di Pontianak harus dilakukan evaluasi. Ia yakin produk yang mengandung cacing pita ini sudah tersebar dimana-mana, bahkan sampai di pelosok. Makanya produk ini harus segera ditarik jangan sampai masih diperjualbelikan dan konsumen m enjadi korbannya.

Beruntung pihak pemerintah segera menindaklanjuti dengan menggelar sidak di pasar-pasar. Hal yang sama dilakukan distributor di beberapa tempat di Kalbar.

Harapan kita pihak pemerintah dan distributor melakukan penarikan secara intensif dan masif. Sedangkan pedagang baik kecil maupun besar jika menemukan segera melaporkannya.

Sehingga bahaya dari makanan yang tercemar ini bisa diatasi dan masyarakat tak menjadi korban. *

Penulis: Stefanus Akim
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved