Liputan Khusus

TEASER - Darurat! Kalbar Kekurangan Guru dan Tenaga Kesehatan

Kebijakan moratorium atau pembatasan sementara perekrutan nakes berstatus CPNS membuat harus membuat strategi memaksimalkan pelayanan kesehatan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Andy Jap mengakui saat ini masih kekurangan tenaga kesehatan (nakes). Kondisi ini masih menjadi problem pihaknya dalam upaya pemerataan layanan kesehatan di 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat.

"Tenaga kesehatan masih kurang di Kalbar. Baik perawat, dokter, nakes gizi dan tenaga analisis, serta bidan. Bidan saat ini kurangnya sekitar 500-an. Dokter lebih banyak lagi," ungkapnya kepada Tribun, Jumat (16/3).

Baca: TEASER - Kalbar Darurat Tenaga di Bidang Kependidikan dan Kesehatan

Kebijakan moratorium atau pembatasan sementara perekrutan nakes berstatus Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) juga membuat harus membuat strategi memaksimalkan pelayanan kesehatan.

"Ada upaya mengatasi defisit itu. Karena Pegawai Tidak Tetap (PTT) tidak boleh, maka ada program persiapan khusus untuk daerah yang terpencil, daerah sulit dan daerah memang kurang diminati," terangnya.

Baca: Ini Jenis Tenaga Kesehatan yang Masih Banyak Dibutuhkan di Sanggau

Program persiapan nakes itu merupakan program Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Para nakes yang ikut program akan dikontrak selama dua tahun.

Di Kalbar sudah ada nakes yang masuk dan ditetapkan penugasannya.

Mereka berasal dari dalam Kalbar dan luar Kalbar. Ada yang bertugas di daerah perbatasan seperti Badau di Kabupaten Kapuas Hulu, Senaning di Kabupaten Sintang dan Entikong di Kabupaten Sanggau.

"Itu salah satu kebijakan Kemenkes untuk mengatasi kekurangan tenaga kesehatan di daerah," tandasnya.

Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved