Aksi Kejahatan Kian Meresahkan

Tapi bila situasi sudah sepi mereka tidak segan-segan untuk melukai korbannya yang melawan.

Aksi Kejahatan  Kian Meresahkan
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Proses evakuasi korban penganiayaan Yusuf di RSUD Soedarso Pontianak, Selasa (20/3/2018) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Aksi kejahatan di Kota Pontianak belakangan ini semakin meresahkan. Pelaku tidak segan-segan menghabisi nyawa korban. Mereka tidak memandang waktu, tempat dan siapa korbannya. Jika ada kesempatan, mereka langsung melancarkan aksinya. Bahkan ada percobaan perampokan yang tega melukai anak korbannya dengan senjata api (senpi) pada siang hari.

Seperti dialami Rustammy Atmo (50an) warga Jalan Paris II Komplek Bali Mas II, Kecamatan Pontianak Tenggara, Rabu (21/3) siang.

Arif, anak Rustammy yang sendirian di rumah, kedatangan doa orang mengaku teman Rustammy mau minjam mantel. Saat pintu dibuka, dua rampok ini menerebos masuk, satu di antaranya mengeluarkan senjata api jenis revolver lalu memukulkannya ke kepala Arif, dan kawannya juga memukul Arif.

(Baca: Kadisporapar Yakini Operasional Bandara Tebelian Mampu Dongkrak Kunjungan Wisata )

Namun Arif mencoba melawan hingga dua rampok ini kabur naik sepeda motornya.
Sebelumnya, kejahatan sadis terjadi di depan Kafe Ocol Jl Tanjung Raya II, Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (20/3) sekira pukul 21.50 WIB.

Yusuf bin Hatep (24) buruh lepas asal Desa Rantau Panjang, Kecamatan Sebangku, Kabupaten Landak, tewas dibantai secara keji di depan kafe tersebut oleh tiga orang bersenjata tajam. Tiga pelaku langsung kabur menggunakan sepeda motor.

Kejahatan sadis lainnya terjadi di Jalan Puskesmas, Pal 3, Kota Pontianak, Minggu (18/3) pukul 19.00 WIB, dialami Mustofa. Ia diserang dari belakang oleh iparnya sendiri hingga pergelangan tangannya putus. Penyebabnya sepele, tersangka tidak terima kebun miliknya dirusak oleh korban. Tersangka atas nama Bondan telah diamankan ke Polsek Pontianak Barat.

Kita prihatin dengan aksi kejahatan berturut-turut tersebut. Kita berharap aparat kepolisian semakin meningkatkan patroli. Patroli harus dilakukan secara rutin tidak hanya di daerah-daerah pinggiran saja, tapi juga di daerah strategis lainnya. Hidupkan kembali patroli polisi bersepeda ke daerah yang dipandang rawan kejahatan.

Jika tidak ada operasi khusus maka dikhawatirkan aksi kejahatan ini semakin tidak terkendali. Pada saat tertentu terutama ketika situasi masih ramai, mereka mungkin hanya merampas barang para korbannya. Tapi bila situasi sudah sepi mereka tidak segan-segan untuk melukai korbannya yang melawan.

(Baca: Terungkap! Polisi Temukan Pemeran Wanita dalam Video Mesum di Sambas yang Viral di Medsos )

Berkaca dari beberapa kasus kriminalitas yang terjadi, Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Nanang Purnomo, mengajak masyarakat Kalimantan Barat dan Pontianak pada khususnya, untuk dapat menjadi polisi bagi dirinya sendiri, dengan senantiasa waspada. Sehingga dapat membentengi diri dari kemungkinan yang membahayakan diri sendiri.

Kasus-kasus kriminalitas yang terjadi dapat menjadi pengalaman dan pelajaran terbaik bagi masyarakat untuk selalu mawas diri dan tidak berperilaku yang memudahkan pelaku kejahatan menjalankan aksinya. Bila memungkinkan pasang CCTV atau kamera pengintai jika rumah atau tempat tinggal berada jauh dari jangkauan pengawasan.

Kenali juga modus-modus pencurian atau perampokan di rumah. Siang hari pukul 11.00-13.00 adalah waktu kritis. Banyak pencuri barang-barang berharga di rumah yang berpikir untuk melaksanakan aksinya pada siang hari, di rentang jam tersebut. Pasalnya, di siang hari orang-orang sedang ke kantor, sementara rumah biasanya kosong, atau hanya dijaga oleh asisten rumah tangga dan anak-anak yang masih kecil. Seperti dialami keluarga Rustammy.

Modus yang marak dilakukan oleh pencuri ialah dengan menanyakan alamat palsu atau mencari sang empunya rumah. Mereka ini biasanya berpenampilan rapi, mengetuk pintu, mengucap salam dan lanjut menanyakan sebuah alamat. Ajarkan asisten rumah tangga untuk melihat gelagat tamu sebelum mempersilahkannya masuk.

Jika orang asing tersebut bertanya `Ibu/Bapak ada?', tanya nama Ibu/Bapak yang dicari serta hubungan orang asing tersebut dengan Ibu/Bapak majikan. Jika nama yang disebutkan tidak sesuai atau malah tidak tahu sama sekali, jangan sekali-kali ijinkan untuk masuk. Bisa juga mengajarkan asisten rumah tangga atau anak di rumah untuk menelepon terlebih dahulu dan mengkonfirmasi. (*)

Penulis: Ahmad Suroso
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved