Warga Kecamatan Singkup Mengeluh Lokasi KUA Jauh

Warga Desa Sukamulya Kecamatan Air Upas mengeluhkan kantor urusan agama (KUA) dari tempatnya jauh.

Warga Kecamatan Singkup Mengeluh Lokasi KUA Jauh
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SUBANDI
Petugas Pencatat Nikah Desa Sukamulya Kecamatan Singkup, Riyadi saat diwawancarai awak media di Ketapang, Selasa (20/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Warga Desa Sukamulya Kecamatan Air Upas mengeluhkan kantor urusan agama (KUA) dari tempatnya jauh.

Hal tersebut langsung diungkapkan oleh Petugas Pencatat Nikah (PPN) Desa Sukamulya, Riyadi.

Lantaran menurutnya KUA untuk masyarakat Singkup berada atau gabung sama KUA yang ada di Kecamatan Marau.

“Keluhan kita cuma dalam hal jarak tempuh KUA ini yang jauh,” katanya kepada wartawan di Ketapang, Selasa (20/3/2018).

Baca: Hasil Pertanian dan Kuliner Seponti Dinilai Dapat Tingkatkan Ekonomi Warga

“Apalagi jika turun hujan maka warga kita (warga Singkup-red) sangat mengeluhkan kondisi jarak KUA yang jauh ini. Lantaran jika hujan maka jalan dari Singkup ke Kecamatan Marau banyak yang berlumpur dan licin,” lanjutnya.

Ia menjelaskan kalau urusan biaya untuk dirinya pergi melaporkan catatan nikah memang mencukupi.

Lantaran satu kali nikah lebih kurang akan disisihkan Rp 300 ribu dari Pemerintah. Kemudian penanganan pelayanan KUA sudah cukup bagus.

Namun persoalannya masyarakat sulit untuk mendapatkan layanan nikah gratis. Lantaran syarat bisa nikah tanpa dipungut biaya itu harus di KUA. Jika nikahnya tidak di KUA maka masyarakat dikenakan biaya masuk ke kas negara Rp 600 ribu.

“Jadi masyarakat di Singkup termasuk yang tak mampu lebih memilih membayar Rp 600 ribu untuk kas Negara. Karena kendala jarak ke KUA dari sini jauh. Sehingga akan mengluarkan biaya lebih besar jika pergi ke KUA di Marau itu,” jelasnya.

Penulis: Subandi
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help