Syarifah Adriana: Silakan Berjualan Ditepi Jalan Kota Pontianak Tapi Harus Ingat Aturannya

Pemerintah Kota Pontianak telah memberikan kemudahan pada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk berjualan di lokasi tepi jalan

Syarifah Adriana: Silakan Berjualan Ditepi Jalan Kota Pontianak Tapi Harus Ingat Aturannya
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Kasatpol PP Pontianak, Syf Adriana 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak telah memberikan kemudahan pada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk berjualan di lokasi tepi jalan, walaupun ada beberapa ruas jalan yang tak boleh ada pedagang kaki lima.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (kasatpol PP) Kota Pontianak, Syarifah Adriana menegskan lokasi yang tak boleh ada aktivitas berjualan kaki lima adalah jalan protokol seperti Ahmad Yani.

Bahkan para pelaku usaha yang berjualan sebenarnya boleh izin boleh tidak, kalau mereka mau mengurus izin UMKM, maka izin itu diurus pada Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) yaitu perizinan untuk bisa mendapatkan kredit.

"Kalau PKL tidak mengurus izin pun tidak masalah, asal di tempat yang diperbolehkan. Lokasi yang tidak boleh, sudah pasti Jalan A Yani, dan jalan-jalan protokol itu tidak boleh udah jelas," ujarnya, Rabu (14/3/2017).

Baca: Rekaman CCTV Tunjukkan Sosok Diduga Pelaku Kotori Masjid Baiturrahman Pontianak, Ini Ciri-cirinya!

Tapi saat ini, menurut Adriana ada jalan yang memang tidak boleh tapi pada malam hari dari jam tertentu diperbolehkan.

Misalkan untuk Jalan Sungai Jawi, yang penting menurutnya setelah aktivitas berjualan gerobak dan lapak harus dikemas dan dibersihkan.

"Pemerintah ini tidak saklek amat melarang, jadi PKL tetap diberikan ruang untuk berdagang. Hanya kita minta habis berdagang paginya harus bersih, malam hari boleh," ujarnya.

Ia menambahkan dahulu pihaknya sering menertibkan lapak dan mengangkutnya terutama Jalan Hijas, dan sebagai.

Bahkab pihaknya mengamankan bukan saja lapak orang berjualan, tapi lapak orang-orang ngembun dan nongkrong yang tertinggal akan pihaknya ambil.

"Pernah waktu itu bangku tempat ngumpul kawan-kawan kita juga yang ngumpul, kita ambil. Jadi memang apa yang mengganggu jalan dan membuat kumuh itu kita bersihkan," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help