Sindikat Narkoba di Lapas Terungkap, BNN: Kenapa Mereka Bisa Berkomunikasi?

Ini bukan sekedar data tertulis tapi kenyataan ada keterkaitan dengan narapidana di LP.

Sindikat Narkoba di Lapas Terungkap, BNN: Kenapa Mereka Bisa Berkomunikasi?
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono bersama Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Arman Depari saat mengekspose dua kasus pemberantasan narkoba di Mapolda Kalimantan Barat, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Rabu (14/3/2018) pukul 13.30 WIB. Polda Kalbar menggagalkan peredaran lima kilogram sabu, sedangkan BNN bersama Bea Cukai menggagalkan peredaran dua kilogram sabu dan 30ribu pil ekstasi yang menewaskan satu warga negara Malaysia. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Deputi Pemberantasan Narkoba BNN RI Irjen Pol Arman Depari mengatakan apa yang telah terjadi dan adanya sindikat yang bahkan berasal dari Lapas bukanlah hanya data tertulis belaka.

Hal ini telah dibuktikan oleh Polda Kalbar melalui pengungkapan kasus narkotika di Kabupaten Sanggau.

"Ini bukan sekedar data tertulis tapi kenyataan ada keterkaitan dengan narapidana di LP. Bahkan dilihat dari umurnya sudah cukup tua, tapi untuk urusan bisnis narkoba tidak mengenal umur, motivasi mereka karena uang," ujarnya, Rabu (13/3/2018).

Baca: Polda Kalbar Ungkap Jaringan Narkoba di Lapas Pontianak

Ia menilai ini menjadi gambaran wilayah perbatasan menjadi perhatian fokus pengawasan tidak hanya di darat, laut dan udara, pengawasan juga harus dilakukan hingga ke lembaga permasyarakatan.

"Lapas juga perlu mendapat pengawasan karena telah terungkap sumber dan bagian dari sindikat, ada juga yang sebagai pengendali yang mereka ini merupakan warga binaan lapas," lanjutnya.

Menurutnya bagaimana komunikasi warga binaan dengan dunia luar bisa tejadi karena banyak faktor.

"Komunikasi bisa dilakukan melalui kurir, jaringan komunikasi yang lain, misalnya internet. Kenapa mereka bisa berkomunikasi terutama di lapas padahal ada pengawasan inilah kelemahan kita," katanya.

Baca: Sergap Mobil di Jalan Trans Kalimantan, Petugas Amankan 2 Kg Sabu dan 30 Ribu Ekstasi

Dimana menurutnya seharusnya jika pengawasan dilakukan dengan baik tentu saja alat komunikasi tidak bisa digunakan dengan mudah oleh warga binaan. Bahkan diakuinya terkadang dapat ditemukan alat komunikasi di ruangan warga binaan.

"LP perlu mendapat pengawasan supaya tidak terjadi komunikasi antar pengendali, pelaksana, maupun petugas mereka yang beroperasi di lapangan," tuturnya.

Ia juga mengaskan dalam memberantas barkotika bukan hanya sekedar menangkap, tapi mencari sindikat dan memutus jaringan, komunikasi, serta keuangannya.

"Untuk kasus narkotika harus juga dibarengi penindakan pada kasus tindak pidana pencucian uang. Jadi tidak hanya operator lapangan tapi juga yang menikmati lebih jauh master mind nya bisa kita ungkap," tutupnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help