Sawah yang Baik Harus Didukung Sumber Air dan Irigasi

John Hendri menyampaikan, Beberapa item yang terdapat dalam program cetak sawah ternyata masih belum mencakup seluruh kebutuhan pertanian.

Sawah yang Baik Harus Didukung Sumber Air dan Irigasi
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/HENDIR CHORNELIUS
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (Dishangpang Hortikan) Kabupaten Sanggau, John Hendri 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (Dishangpang Hortikan) Kabupaten Sanggau, John Hendri menyampaikan, Beberapa item yang terdapat dalam program cetak sawah ternyata masih belum mencakup seluruh kebutuhan pertanian.

“Pertama, membuat parit keliling, yang disebut saluran tersier. Kedua membuat tanggul atau pematang. Ketiga, melakukan pembukaan lahan. Kemudian dilanjutkan perataan dan pembersihan,” katanya, Rabu (14/3).

Baca: Kapolres Sanggau Benarkan Polda Kalbar Tangkap Terduga Bawa Sabu 5 Kg

Dikatakan Hendri, sawah yang baik harus didukung dengan sumber air dan irigasi yang baik. Menyadari bahwa pengadaan sumber air secara permanen tidak masuk dalam item, untuk itu, yang harus diperhatikan sebelum mencetak sawah adalah lokasi sumber air.

“Memang pada saat pengerjaan itu disarankan, dimana ada sumber-sumber air, apakah sungai kecil atau mata air, itu ditembuskan ke parit keliling itu supaya bisa menjadi sumber air. Artinya pemerintah dalam tahap awal ini cuma bisa membangun cikal bakal saluran untuk menjadi sumber air nantinya. Kalau diharapkan misalnya harus saluran permanen, ada pintu air, ” ujarnya.

Baca: Keluhkan Listrik Kerap Byarpet, Warga Sanggau Harap Solusi

Lanjut Hendri, tanah yang diolah dan dikerjakan itu kan masih lembek, sehingga itu belum dilakukan pembuatan saluran tersier yang permanen.

“Tapi itu akan mengikuti. Siapa yang akan mengerjakan, Karena ini bukan paketnya dalam cetak sawah, bisa saja satu atau dua tahun kedepan mungkin sumber APBD kita bisa masuk,” jelasnya.

Hendri menambahkan, sumber air merupakan perkara relatif. Yang terpenting adalah saluran yang akan dilalui air sudah disiapkan.

“Tapi kalau langsung ada sumber air, untuk program cetak sawah yang ada ini, itu memang tidak memungkinkan. Karena termasuk juga kesuburan. Kesuburan juga belum, kita akui juga. Tapi karena diolah terus, buktinya sudah ada. Beberapa bulan lalu banyak yang panen, ada yang di Meliau, dan panen dengan Pangdam. Awalnya itu tanahnya itu kuning, tapi karena diolah terus lama-kelamaan jadi subur,”ujarnya.

Baca: Danrem 121/Abw Panen Raya Bersama, TNI Dorong Pertanian Masyarakat Wujudkan Ketahanan Pangan

Kedepan, Hendri mengaku akan kembali melakukan survei, Jika lokasi cetak sawah sulit memperoleh air, kemungkinan solusi yang ditawarkan adalah penyediaan pompa air. Apabila untuk sumur bor, kita juga ada pertimbangan lain, karena lokasi ini kan jauh dari pemukiman. “Kalau menggunakan pompa air, berarti harus ada listrik. Sedangkan sumber listriknya jauh,” katanya.

Solusi lain, kata Hendri adalah dengan membuat embung. Seperti di Desa Cempedak, airnya ada terus. Dan sekarang mereka sudah menyemprot dari air yang dalam embung itu.

“Nah ini sudah berjalan. Jadi semua yang berkaitan dengan cetak sawah ini tidak semata-mata dari APBN. Jika kita tindaklanjutnya itu memerlukan APBD yang kita anggarkan di APBD,”pungkasnya.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved