Pesangon Hanya Dibayar Rp 2 Juta, Boyok Ancam Tarik Lahan 32 Hektare

"Kalau pesangon istri saya tetap dibayar dengan sesuai, kami tarik lahan kami 32 hektare," katanya

Pesangon Hanya Dibayar Rp 2 Juta, Boyok Ancam Tarik Lahan 32 Hektare
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ALFON PARDOSI
Mandek (paling kiri) saat mengadu ke Ketua Komisi 5 DPRD Kalbar Markus Amid (paling kanan) pada Rabu (14/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Boyok, warga Dusun Entobo, Desa Permit, Kecamatan Kuala Behe yang di PHK oleh PT Kapuas Rimba Sejahtera (KRS) atau HPI Group, tidak terima dengan perlakuan perusahaan karena hanya memberikan pesangon sebesar Rp 2 juta.

Pedahal Boyok sudah bekerja di perusahaan tersebut sekitar enam tahun lebih.

"Iya istri saya hanya diberi pesangon Rp 2 juta," ujar Mandek, suami Boyok disela-sela dirinya mengadu kepada Ketua Komisi 5 DPRD Kalbar Markus Amid pada Rabu (14/3/2018).

Baca: Plt Bupati Landak Ingatkan ASN Jaga Netralitas di Pilgub

Mandek menerangkan, ia ada menyerahkan lahan kepada perusahaan puluhan hektare.

"Kalau pesangon istri saya tetap dibayar tidak sesuai, kami tarik lahan kami 32 hektare," katanya yang saat itu didampingi Ketua FSB Kamiparho Landak Yasiduhu Zalukhu.

Baca: Kesaksian Warga Temukan Tulang Belulang Diduga Manusia di Hutan, Kondisinya Tak Utuh!

Disampaikannya lagi, istrinya tersebut di PHK karena pensiun. Meski hanya BHL, tentu hak pekerja harus tetap dibayar sesuai dengan aturan.

Tapi nyatanya bukan pesangon yang didapat, tapi hanya diberi tali asih sebesar Rp 2 juta saja.

"Rinciannya itu, uang tali asih Rp 2 juta dan uang THR tahun kemarin juga Rp 2 juga. Jadi total yang diterima hanya Rp 4 juta. Tentu istri saya dan kami tidak terima, kan dia sudah kerja hampir tujuh tahun," jelasnya.

Diakui Mandek, pihak perusahaan sudah memanggil untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Kita ada perjanjian untuk menyelesaikan masalah ini selama satu bulan. Mulai dari tanggal 1 Maret kemarin," terangnya.

Sehingga apabila sampai tanggal yang sudah ditentukan namun tetap tidak ditanggapi, maka akan mengambil langkah tegas.

"Tetap akan saya tahan lahan kami yang 32 hektare itu, karena hak tidak diberikan sesuai," ungkapnya.

Penulis: Alfons Pardosi
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help