Kerja 6 Tahun Diberi Tali Asih Rp 2 Juta, Ketua Serikat Buruh: Karyawan Bukan Butuh Pengasihan

Yasiduhu Zalukhu mengatakan, terkait pembayaran pesangon maka segala sesuatunya harus kembali kepada Undang-Undang (UU).

Kerja 6 Tahun Diberi Tali Asih Rp 2 Juta, Ketua Serikat Buruh: Karyawan Bukan Butuh Pengasihan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ALFON PARDOSI
Ketua FSB Kamiparho Landak, Yasiduhu Zalukhu 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Ketua Federasi Serikat Buruh (FSB) Kamiparho Landak, Yasiduhu Zalukhu mengatakan, terkait pembayaran pesangon maka segala sesuatunya harus kembali kepada Undang-Undang (UU).

Karena UU itu adalah jalur koridor yang diatur oleh Pemerintah. Sehingga siapa pun dia, harus mengikuti aturan itu.

Baik sebagai pengusuha mau pun pekerja. Begitu juga terkait dengan pesangon yang tidak sesuai yang diberikan oleh PT KRS kepada karyawannya.

"Dia mengatakan bahwa di sini (Perusahaan) adalah status Buruh Harian Lepas (BHL). Berbicara BHL, sudah jelas dalam Permenaker nomor 100 pasal 10 tahun 2004," ujarnya pada Rabu (14/3/2018).

Baca: Petani dan Buruh Mempawah Dorong Cak Imin Jadi Ini

Dijelaskan Yasiduhu Zalukhu yang biasa disapa Yusuf ini, yang dikategorikan BHL adalah, bekerja di bawah 21 hari, harus ada perjanjian kerja BHL, dan tidak boleh lewat dari tiga tahun.

"Nah, apabila 21 hari ke atas atau tiga bulan berturut-turut, secara otomatis menjadi karyawan tetap. Ini perintah Undang-Undang," katanya.

Baca: Perempuan Ini Tikam Leher Guru Ngaji Saat Jadi Imam Salat Subuh

Kemudian Undang-Undang nomor 13 pasal 157 tahun 2003, sudah jelas di situ perhitungan untuk BHL ada. Jadi jika saat ini perusahaan mengatakan karena BHL, maka hanya diberi tali asih tentu salah.

Halaman
12
Penulis: Alfons Pardosi
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved