Hadiri Rakor Lintas Sektoral Bahan Perbatasan, Ini Tanggapan Interpol Mabes Polri

"Kita tak tahu negara luar ada menyimpan racun di dalam makanan dari barang tersebut. Maka harus berhenti-hati," ucapnya.

Hadiri Rakor Lintas Sektoral Bahan Perbatasan, Ini Tanggapan Interpol Mabes Polri
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SAHIRUL HAKIM
Rakor Lintas Sektoral dalam membahas pembanggunan wilayah di Perbatasan Indonesia-Malaysia. Acara berlangsung di Aula Polres Kapuas Hulu, Rabu (14/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Kabag Lotas Set NCB Interpol Indonesia, Divisi Hubungan Internasional, Kombes Pol Susetio Cahyadi menyatakan saat ini Presiden sedang mengalakan bagaimana perbatasan bisa dikembangkan ke daerahnya masing-masing, namun tergantung dari karakteristik daerah.

"Ini tentunya harus ada kerjasama yang baik semua pihak, baik pemerintah pusat, dan peme Daerahnya itu sendirian. Bagaimana Perbatasan kita betul-betul terjaga dengan sebaik mungkin," ujarnya saat mengikuti Rakor Lintas Sektoral, dalam membahas perbatasan diwilayah Kabupaten Kapuas Hulu, di Polres Kapuas Hulu, Rabu (14/3/2018).

Baca: Rakor Lintas Sektor Perbatasan di Kapuas Hulu, Tonton Videonya

Saat ini jelas Susetio Cahyadi, baranag ilegal masih sangat mudah didapat masyarakat di Perbatasan. Padahal kualitas barang dari Malaysia kalah dengan dari Indonesia.

"Kita tak tahu negara luar ada menyimpan racun di dalam makanan dari barang tersebut. Maka harus berhenti-hati," ucapnya.

Baca: Polres Kapuas Hulu Gelar Rakor Lintas Sektoral, Ini Yang Bahas

Maka dari itu diharapkan, seluruh masyarakat baik pemula agama, adat dan sebagainya bagaimana tetap menjaga NKRI, dan tidak berharap dengan barang-barang ilegal dari negara luar.

"Jadi saya tak mau kegiatan ini hanya sekedar biasa saja. Tapi bagaimana ada rumusan yang terbaik, dari semua pihak untuk membangun dan menjaga Perbatasan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penindakan dan Penyelidikan Bea dan Cukai Nanga Badau Jupri Sanusi menyatakan, pihaknya juga satu visi adalah ingin mensejahterakan masyarakat wilayah perbatasan di Kapuas Hulu.

"Kita berharap bagaimana semua produk atau barang asal Indonesia ada di perbatasan, sehingga masyarakat tak bertegantungan dengan barang-barang dari negara Malaysia," ucapnya.

Jupri menjelaskan, pihaknya terus berupaya menjalankan tugasnya dengan baik di PLBN, namun dengan kekurangan personil tentunya juga menyulitkan untuk melakukan pengawasan secara kondusif.

"Tapi kita tetap berusaha maksimal mungkin, bagaimana pengawasan keluar masuk barang dan orang di perbaiki tetap diperhatikan dengan serius dan maksimal, sesuai aturan yang berlaku," ungkapnya. 

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help