Kotori Masjid Baiturrahman Pontianak

Seorang Pria Terekam CCTV Kotori Masjid di Pontianak, Begini Analisa Psikolog

Terkait dia waras atau sakit jiwa, perlu dilakukan pemeriksaan psikologis pada dia yang telah melakukan perbuatan seperti itu.

Seorang Pria Terekam CCTV Kotori Masjid di Pontianak, Begini Analisa Psikolog
ISTIMEWA
Anggota Satreskrim Polresta Pontianak mendatangi Masjid Baiturrahman di Jalan Tanjungpura, Pontianak. (Dokumen Polresta Pontianak) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Himpunan Psikolog Indonesia (Himpsi) Kalbar, Dr Fitri Sukmawati, M.Psi, Psikolog angkat bicara terkait adanya oknum yang melakukan tindakan meresahkan jamaah Masjid Baiturrahman, Pontianak.

Berikut analisanya:

Untuk memutuskan orang itu waras atau tidak tentu harus dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Terkait dia waras atau sakit jiwa, perlu dilakukan pemeriksaan psikologis pada dia yang telah melakukan perbuatan seperti itu.

Baca: Kotori Masjid Baiturahman Pontianak, Orang Tak Dikenal Terekam CCTV, Ini Yang Dilakukan Polisi!

Harusnya pemeriksanya dari pihak kepolisian yang dapat menyimpulkan apakah itu waras atau tidak.

Dalam artian, orang yang mengotori masjid itu adalah hal yang tak wajar bagi orang-orang yang punya aturan dan nilai.

Dilihat dari sudut pandang psikologi, dalam hidup inikan setiap orang ada namanya empati, saling memahami, saling toleransi, saling menghargai.

Ketika kita punya peran masing-masing dan saling menghargai itu yang menjadikan hidup ini lebih Indah.

Untuk pihak kepolisian yang melakukan pemeriksaan terhadap pelaku, artinya harus melihat datanya, apakah dia memang masuk kategori gila atau tidak.

Polisi harus memperdalam apa motif dia melakukan hal tersebut, dalam pandang psikologi apapun yang dilakukan orang adalah tindakan dirinya dan mencerminkan diri seseorang itu.

Harus melakukan pemeriksaan mendalam bagaimana pola pikir, kepribadian, baru didapat benar atau tidak mengalami gangguan jiwa atau ada motif lain.

Tak bisa langsung mengatakan kalau dia gila tau tidak waras.

Penulis: Syahroni
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help