Home »

Sport

FRKP Karate Klub Sayangkan Insiden Pelarangan 2 Atlet SMPN 6 Bertanding di O2SN

Tetapi anehnya sore Senin 12 Maret, beredar kabar bahwa atlet dari SMPN 6 tidak diijinkan bertanding...

FRKP Karate Klub Sayangkan Insiden Pelarangan 2 Atlet SMPN 6 Bertanding di O2SN
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Bruder Steph foto bersama atlet karate binaanya saat mengikuti selekai O2SN tingkat SLTP di Dojo SMAN 8 Pontianak, Selasa (13/3/2018). 

Laporan Wartawam Tribun Pontianak Zulkifli

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Forum Relawan Kemanusian Pontianak (FRKP) Karate Klub, Bruder Stephanus Paiman OFM Cap menyayangkan, insiden pelarangan bertanding dua Karateka dari SMPN 6 Pontianak, yakni Figo dan Lulu oleh panitia Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang olahraga karate tingkat SLTP di Dojo SMAN 8 Selasa (13/3/2018).

Bruder Steph membeberkan alasan panitia yang diwakili Sukirman, tidak dijinkanya karateka tersebut disebabkan keberatan dari perguruan tertentu.

Baca: Tutup O2SN se-Kecamatan Tempunak, Afen Harap Ciptakan Pendidikan Karakter Siswa

Saat itu pendamping atlet Senpai Stepanus Josua Kayo, sudah menjelaskan bahwa saat tehnical meeting yang dihadiri semua wakil peserta, semua berjalan lancar.

"Jadi tidak ada masalah. Tetapi anehnya sore Senin 12 Maret, beredar kabar bahwa atlet dari SMPN 6 tidak diijinkan bertanding dengan alasan bahwa perguruannya Lemkari lagi bermasalah," ujarnya kepada Tribun Selasa (13/3/2018)

Kemudian sesaat pertandingan akan dilaksanakan, pelatih kedua atlet tersebut dipanggil dan mendapatkan penjelasan, bahwa ada yang keberatan atlet Lemkari ikut seleksi.

"Akhirnya saya maju ke panitia untuk meminta dasar kedua karateka tersebut tidak diijinkan ikut seleksi. Saya minta alasan tertulis , baik dari Diknas Pendidikan Kalbar maupun dari PB Forki. Jika memang ada dasarnya, maka saya legowo untuk membawa anak-anak saya pulang," ujarnya.

Bruder Steph membeberkan, panitia saat itu mengatakan bahwa memang tidak ada dasar tertulis baik dari Diknas Pendidikan Kalbar maupun dari PB Forki, sambil menunjukkan surat PB Forki pada September 2017, yang menyatakan bahwa Perguruan Lemkari yang diakui oleh PB Forki.

"Saya bertanya apakah ada mendapat surat dari PB Forki yg terbaru? Sukirman yang juga Ketua Perwasitan Forki Kalbar mengatakan tidak ada, maka saya menunjukkan pesan WhatsApp dari PB Forki yang menyatakan bahwa permasalahan Lemkari dikembalikan pada perguruan Lemkari, surat tersebut dikeluarkan Januari 2018 yg ditandatangani oleh Lumban Sianipar," ujarnya

Setelah terjadi perdebatan kecil dan memang tidak ada Dasar untuk tidak mengikut sertakan karateka Lemkari , dibuatkan solusi bahwa perguruan Lemkari harus membuat surat pernyataan.
"Demi anak-anak agar dapat ikut seleksi pada event Dinas Pendidikan tersebut, saya mengalah dengan membuat surat pernyataan diatas materai 6000.
Aneh tapi nyata, berbagai cara dilakukan untuk mencekal anak-anak yang berlatih di dojo FRKP Karate club ini," ujarnya

Namun pada akhirnya , kedua Karateka dari SMPN 6 dapat ikut seleksi O2SN cabor Karate.

"Saya senang bahwa akhirnya untuk kelas putra, yang masuk final adalah karateka dari dojo FRKP Karate club dan yang Juara 1 adalah Figo dari SMPN 6 dari perguruan Lemkari," pungkasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help