Poros Ketiga Layu Sebelum Berkembang

Ketiga parpol itu memenuhi syarat parliamentary threshold 20 persen kursi di DPR (112 kursi) untuk mengusung calon presiden.

Poros Ketiga Layu Sebelum Berkembang
eno Tri Sulistiyono/Tribunnews.com
Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan di Rapimnas Demokrat di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/3/2018). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Dunia politik memang dinamis dan sulit prediksi, apapun dapat terjadi dan peta konstelasi dapat berubah detik demi detik.

Inilah yang kini sedang terjadi dalam konstelasi politik menjelang Pemilihan Presiden 2019.

Lima hari silam (8/3), elite Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bertemu membahas poros ketiga pada untuk mengusung calon presiden.

Baca: Sabet Runner Up 2 Puteri Indonesia 2018, Wilda Persiapkan Diri di Miss Supranational Polandia

Ketiga parpol itu memenuhi syarat parliamentary threshold 20 persen kursi di DPR (112 kursi) untuk mengusung calon presiden.

Selanjutnya PAN punya 48 kursi atau 8,6% kursi DPR. Jika ditambah PKB, yang memiliki 47 kursi atau 8,4% kursi DPR, jumlahnya menjadi 156 kursi atau 27,9 persen.

Baca: Enam Kandidat Bakal Calon Akan Berlaga Perebutkan Ketum DPD Apersi

Namun, hanya berselang tiga hari kemudian, peta politik berubah.

Perubahan peta politik terjadi pada saat Presiden Joko Widodo menghadiri Rakernas Partai Demokrat 2018 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Sabtu Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberi sinyal dukungan kepada Presiden Joko Widodo.

Baca: Lawan Hoaks, JPK Gelar Aksi Share Yang Baik

Halaman
123
Penulis: Ahmad Suroso
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved