Hoaks Musuh Kita

Dan keempat, ulama serta pemuka agama lebih meningkatkan pembinaan umat berbudi pekerti mulia.

Hoaks Musuh Kita
net
Hoaks 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Maraknya penyebaran hoaks (berita bohong dan ujaran kebencian) disiarkan melalui media sosial, seperti Facebook, WhatsApp, Twitter, Instagram, Line, merupakan dampak buruk globalisasi di bidang teknologi komunikasi dan informatika, yang tidak terkontrol.

Penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian ini, sangat bertentangan dengan ajaran agama dan nilai budaya bangsa Indonesia. Apapun bentuknya, hoaks ini musuh kita, harus dilawan bersama agar tidak lebih banyak lagi merusak moral anak bangsa.

Sebagai anak bangsa, kita prihatin maraknya penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian tersebut. Dengan demikian, beberapa pihak harus segera mengambil langkah antisipatif. Pertama, orangtua agar memperketat pengawasan terhadap anak-anak mereka.

Kedua, guru supaya meningkatkan pendidikan budi pekerti terhadap siswa. Ketiga, penegak hukum agar bertindak tegas terhadap siapa pun. Dan keempat, ulama serta pemuka agama lebih meningkatkan pembinaan umat berbudi pekerti mulia.

(Baca: Berikut Prakiraan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Supadio )

Bukankah ini amat penting dari segalanya, sebab upaya mengantisipasi agar generasi muda dan anak bangsa, tidak teracuni oleh musuh bersama yang bernama hoaks tersebut. Dan sudah semestinya proaktif keluarga, yakni membentengi ketahanan moral dan ajaran agama di rumah tangga.

Jika demikian, secara terus-menerus dan lebih serius beberapa pihak tadi berupaya mempersempit ruang gerak penyiaran dan penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian, yang kini jadi ancaman bangsa.

(Baca: Raih Gelar Putri Indonesia 2018, Sonia Fergia Citra Sosok Yang Mandiri )

Betapa berbahayanya, sehingga semua komponen bangsa dituntut bahu-membahu meningkatkan pengawasan.

Lebih penting lagi, agar generasi penerus bangsa ini terbebaskan dari penyebaran berita bohong, sebagai dampak negatif globalisasi dan kemajuan teknologi informatika.

Tujuan akhir, jaminan perlindungan terhadap kepentingan masyarakat, bangsa dan negara secara umum, sehingga tidak ada ruang lagi bagi penyebar -kalau tidak dikatakan musuh bersama- hoaks ini, demi melindungi anak bangsa.

(Baca: Ketua DPRD Sebut Jakarta Tertata Rapi di Era Jokowi, Begini Reaksi Sandiaga Uno )

Seperti diketahui, pihak kepolisian terus mengungkap dan menangkap para penyebar hoaks. Tidak hanya yang berkaitan dengan perorangan, hoaks yang bekerja dalam kelompok tertentu juga terus ditangkap.

Menkopolhukam Wiranto, mengatakan memberantas hoaks memang sudah menjadi komitmen pemerintah sejak dulu. Pembiaran terhadap hoaks akan berpotensi menimbulkan kekacauan.

Wiranto meminta peran aktif masyarakat untuk memberantas peredaran hoaks bersama-sama. Mengingat, hal ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Ia pun mengimbau kepada semua media untuk membangun pemberitaan yang sehat. Dengan begitu, penyebaran berita hoaks akan perlahan tersingkir. (*)

Penulis: Ahmad Suroso
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved