Menakar Poros Ketiga Pilpres

Tujuannya, untuk menjajaki setiap kemungkinan koalisi menjelang pendaftaran pencalonan presiden 4 Agustus 2018 mendatang.

Menakar Poros Ketiga Pilpres
NET
ilustrasi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Wacana pembentukan poros koalisi partai-partai dalam pemilihan presiden (pilpres) 2019 sudah mulai menghangat.

Intensitas komunikasi politik antar tokoh-tokoh elite politik atau elite partai semakin gencar dilakukan.

Tujuannya, untuk menjajaki setiap kemungkinan koalisi menjelang pendaftaran pencalonan presiden 4 Agustus 2018 mendatang.

Baca: Siswa Aniaya Guru di Pontianak, Suami Korban Minta Proses Hukum Tetap Berlanjut

Bila kita petakan, isu pemilihan presiden saat ini hanya berkisar di antara dua nama, yaitu Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto.

Di luar kedua koalisi tersebut, koalisi ketiga masih mungkin lahir sebagai koalisi alternatif. Penjajakan pembentukan poros ketiga dalam Pilpres 2019 antara lain dilakukan Partai Demokrat.

Baca: KPK RI Sampaikan 9 Rekomendasi Kepada Pemda

Komandan Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat untuk Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 6 Maret 2018 mengungkapkan, ia kerap berkeliling daerah sengaja untuk menawarkan opsi poros ketiga.

Namun, untuk mewujudkan poros ketiga, kata AYH, Demokrat harus berkoalisi dengan partai lain agar memenuhi syarat parliamentary threshold 20 persen.

Baca: Deretan Tokoh di Negeri Ini dengan Jutaan Followers! Orang Ini Saingi Presiden Jokowi

Halaman
123
Penulis: Ahmad Suroso
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved