149 Keluarga di Tekarang Terima Bantuan Program Keluarga Harapan
149 warga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Kecamatan Tekarang, menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH)
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Madrosid
Citizen Reporter
Koordinator PKH Kabupaten Sambas
Wahyudi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Sejumlah 149 warga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Kecamatan Tekarang, menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Selasa (6/3) lalu.
Penyerahan ini sempat tertunda, karena berdasarkan jadwal penerimaan, seharusnya pada tahun 2017 lalu.
Penyerahan bantuan Program Keluarga harapan (PKH) Kecamatan Tekarang ini berupa buku tabungan dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Baca: Sutarmidji Serap Aspirasi Warga Terkait Pasar di Sintang, Siap Rapikan Pasar Tradisional
Ratusan warga berkumpul di kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Sentebang, lantaran bantuan ini diserahkan kepada warga penerima, melalui bank tersebut.
Koordinator PKH Kabupaten Sambas, Wahyudi mengatakan setelah menyelenggarakan bantuan tersebut, dirinya merasa lega dengan tuntasnya persoalan ini.
Lantaran setelah tertunda lebih dari setahun, akhirnya kini 149 KPM PKH tersebut mendapatkan haknya berupa Buku Tabungan dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
"Kami dari pendamping sosial PKH dan petugas bantuan sosial BRI turun langsung membantu masyarakat yang ingin menerima bantuan tersebut. Setelah ini, mereka bisa langsung melakukan transaksi penarikan uang di ATM maupun teller," ungkapnya, Kamis (8/3/2018).
Disampaikan Wahyudi, bantuan ini sebenarnya menurut jadwal, diterima warga PKM pada tahun 2017 silam, namun karena kendala teknis dalam pembentukan kode cabang pada nomor rekening, sehingga Buku Tabungan dan KKS-nya tidak bisa disalurkan tepat waktu.
"Kami sangat lega dengan tuntasnya masalah ini. Terimakasih buat Kementerian Sosial RI dan pihak BRI, yang bersama-sama telah sudi memfasilitasi dan menindaklanjuti pengaduan yang kami sampaikan beberapa waktu yang lalu. Sehingga buku tabungan dan KKS bagi 149 KPM PKH bisa disalurkan, meskipun sedikit terlambat," terangnya.
Salah satu warga KPM, Sugiarti mengungkapkan kegembiraannya karena bantuan yang di tunggu-tunggu sejak tahun 2017, akhirnya bisa diterimanya.
"Kami sangat senang, karena hak kami yang sempat tertunda lebih dari setahun, bisa diambil dan dicairkan. Terimakasih Pak Menteri Sosial dan terima kasih BRI, dan juga kepada petugas PKH kabupaten Sambas," ungkapnya.
Bantuan yang telah diterima, dikatakan Sugiarti akan dipergunakan untuk keperluan pendidikan dan kesehatan anak-anaknya.
"Bantuan ini akan saya gunakan dengan sebaik-baiknya untuk memperbaiki kehidupan kami, terutama pendidikan dan kesehatan anak-anak," sambungnya.