Gantung Diri

Apa Motif Perawat RSUD Landak Gantung Diri, Ini Penjelasan Polisi

Meski ada ditemukan barang bukti yakni handphone milik MP, namun tidak sempat dicek karena sudah diambil oleh pihak keluarga.

Apa Motif Perawat RSUD Landak Gantung Diri, Ini Penjelasan Polisi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
MP yang ditemukan gantung di ruangan dapur rumahnya pada Senin (5/3/2018) sekitar pukul 17.00 WIB. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Masyarakat Ngabang dan sekitarnya sempat dihebohkan dengan peristiwa diduga gantung diri oleh perawat RSUD Landak yakni MP yang ditemukan pada Senin (5/3/2018) sekitar pukul 17.00 WIB.

MP ditemukan oleh tetangganya, setelah diintip dari pentilasi pintu dapur rumahnya yang berada di Dusun Ampar Saga 1, Desa Amboyo Inti, Kecamatan Ngabang.

Baca: Percakapan Terakhir Perawat RSUD Gantung Diri, Curhat Soal Pacar Hingga Ketua Komunitas Motor

Saat itu MP sudah tergantung di ruangan dapur.

Karena sebelumnya, keterangan dari ibu MP yang tinggal di Pontianak kepada tetangganya.  MP dua hari tidak masuk kerja.

Baca: Heboh! Begini Suasana Polisi Bawa Korban Diduga Gantung Diri, Tonton Videonya

Ketika ibunya menelfon pun tidak diangkat, sehingga meminta kepada tetangga untuk mengecek di rumah.

"Setelah kita bawa ke RSUD Landak, pihak keluarga meminta untuk tidak di autopsi terhadap jenazah almarhum," ujar Kapolres Landak melalui KBO Reksrim Ipda Ryando Lubis kepada Tribun pada Selasa (6/3/2018).

Selain itu Ryando Lubis menerangkan, kematian MP diduga kuat memang murni gantung diri.

"Hasil visum oleh dokter tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan, jadi bisa dikatakan ini murni gantung diri," katanya.

Sedangkan untuk motif dari gantung diri tersebut, pihaknya juga tidak bisa memastikan.

Meski ada ditemukan barang bukti yakni handphone milik MP, namun tidak sempat dicek karena sudah diambil oleh pihak keluarga.

"Kalau kita lihat dari Facebook yang bersangkutan, kemungkinan masalah cinta. Tapi itu tidak bisa kita pastikan. Tapi yang jelas keluarga menerima dengan ikhlas, karena setelah divisum langsung dibawa ke Pontianak untuk proses pemakaman," tutupnya. 

Penulis: Alfons Pardosi
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help