Dua Larangan saat Berkendara

Jangan sambil rokok, mendengarkan musik, radio, memutar VCD, nggak boleh. Apapun alasannya secara aturan hukum tidak boleh,

Dua Larangan saat Berkendara
Serambi Indonesia
merokok 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -  Mendengarkan musik atau radio, merokok sambil mengemudikan kendaraan bermotor menjadi cara kebanyakan orang menghilangkan kepenatan, atau kebosanan terlebih jika terjebak dalam kemacetan. Namun kini jangan coba-coba melakukan hal tersebut. Sebab bisa jadi, pihak kepolisian bakal menjerat pengemudi yang mendengarkan musik atau merokok sambil berkendara.

Pihak kepolisian bakal melarang pengemudi mendengarkan musik dan merokok saat berkendara karena dipandang bentuk pelanggaraan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Kasubdit Bin Gakkum Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan dua larangan tersebut, yakni merokok, dan memutar radio atau musik, VCD dapat mengganggu konsentrasi pengendara sehingga memicu terjadinya kecelakaan.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 106 Ayat 1 disebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

"Jangan sambil rokok, mendengarkan musik, radio, memutar VCD, nggak boleh. Apapun alasannya secara aturan hukum tidak boleh," kata Budiyanto Kamis (1/3) silam.

Sedangkan dalam Pasal 283 disebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu.

Beredarnya kabar polisi melarang pengendara mobil merokok dan mendengarkan musik saat berkendara itu pun menuai kontroversi. Protes salah satunya datang dari Ketua Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) David Tobing. Dia menilai rencana pihak kepolisian melarang mendengarkan musik sambil mengemudikan kendaraan bermotor jika mengacu UU LLAJ tidak tepat.

Menurut David, merujuk bunyi Pasal 106 ayat (1) UU LLAJ itu dapat disimpulkan bahwa mendengarkan musik tidak masuk dalam kategori perbuatan yang dilarang. Sebab, tidak satupun frasa dalam pasal tersebut yang menyebutkan secara spesifik larangan mendengarkan musik ketika mengemudikan kendaraan.

Pasal tersebut yang jelas-jelas dilarang, kata David Tobing saat dikonfirmasi laman Hukumonline.com, Jumat (2/3) adalah menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di kendaraan, atau meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan kendaraan.

Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen M Iqbal menjelaskan memang sejauh ini belum ada pelarangan soal tidak boleh berkendara sambil mendengarkan musik maupun merokok.

Meski demikian, ia sepakat bahwa merokok sama mendengarkan musik sebaiknya tidak dilakukan karena berkendara itu membutuhkan konsentrasi penuh. Pengemudi bertanggung jawab pada diri sendiri dan kendaraan lain.

(Baca: Pensiun dari BNN, Ini Propesi Baru Yang Dilakoni Budi Waseso )

Kita memahami alasan sebaiknya tidak merokok saat berkendara, seperti diungkapkan Iqbal. Karena membuang puntung rokok sembarangan berdampak pada kebersihan lingkungan. Terlebih lagi, jika puntung rokok tidak mati sempurna dan berimbas pada konsleting mobil.

"Begini ya, Polri itu kan penganyom dan pelindung masyarakat. Cuma belum ada undang-undang yang mengatakan itu pelarangan kan. Namun guna melakukan perlindungan masyarakat kami berhak mengimbau dong. Okelah ini privasi, tapi kami punya kewajiban moral untuk mengingatkan siapapun dan kapanpun," tambahnya dikutip Tribunnews, Sabtu (3/3).

Hanya saja, belum adanya keterangan yang pasti dari Polri membuat ketidakpastian akan aturan ini. Karena itu aturan ini masih perlu dikaji lebih jauh sebelum diberlakukan di lapangan. Perlu ada pendalaman dan penelitian sejauh mana dampaknya terhadap masalah kecelakaan lalu lintas. Dengan begitu, polisi lalu lintas tidak perlu lagi menafsirkan bunyi Pasal 106 UU LLAJ. (*)

Penulis: Ahmad Suroso
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved