Cap Go Meh

Tjhai Chui Mie Targetkan Singkawang Jadi Nomor 1 Tingkat Toleransi Terbaik di Indonesia

Kita bangsa Indonesia bangsa yang besar, khusus kota Singkawang,kita berasal dari berbagai suku dan etnis

Tjhai Chui Mie Targetkan Singkawang Jadi Nomor 1 Tingkat Toleransi Terbaik di Indonesia
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Wali kota Singkawang Thjai Chui Mie (tengah) didampingi suaminya (dua dari kiri) bersama Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi menyapa warga dan wisatawan pada acara puncak Festival Cap Go Meh 2569 di kota Singkawang,Kalimantan Barat, Jumat (2/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Anesh Viduka

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Masyarakat kota Singkawang perlu berbangga, karena perayaan Imlek dan Cap Go Meh di kota Singkawang bisa dikatakan sebagai yang terbesar di Indonesia, bahkan beberapa media menyebut terbesar di dunia.

Event Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang sudah menjadi agenda tetap kalender event Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Iring-iringan peserta pawai budaya Tionghoa dan parade tatung pada puncak Festival Cap Go Meh 2569 di Jalan Diponegoro, kota Singkawang,Kalimantan Barat, Jumat (2/3/2018).
Iring-iringan peserta pawai budaya Tionghoa dan parade tatung pada puncak Festival Cap Go Meh 2569 di Jalan Diponegoro, kota Singkawang,Kalimantan Barat, Jumat (2/3/2018). 

Pada perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun 2018 ini, Singkawang meraih tiga rekor Muri sekaligus, yaitu lampion terbanyak, tatung terbanyak, dan gerbang Cap Go Meh terbesar. 

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan, tentu pemerintah memberikan apresiasi dan berterima kasih atas keberhasilan ini, ini adalah tanda kontribusi dari panitia Imlek dan Cap Go Meh dan seluruh masyarakat Kota Singkawang dalam menyukseskan acara ini, dan sebagai bentuk partisipasi bagaimana kita memajukan kota Singkawang sebagai salah satu kota pariwisata di Kalbar.

(Baca: Rebut Hadiah Rp50 Juta, Hari Ini Babak Final Mandiri Barongsai Festival )

"Ini merupakan kebanggaan seluruh masyarakat kota Singkawang, karena ini bersama-sama kita wujudkan, dan saya juga berterima kasih kepada paguyuban multietnis yang berada dikota Singkawang, budayawan dan seluruh pihak yang turut berpartisipasi aktif dalam festival Imlek dan Cap Go Meh, ini menunjukan kerukunan antar etnis yang sangat harmonis di kota Singkawang," Kata Tjhai Chui Mie saat memberikan kata sambutan pada pembukan festival Cap Go Meh 2569 di Jalan Diponegoro, Singkawang, Jumat (2/3/2018). 

Ribuan warga menyaksikan atraksi tatung saat prosesi tatung cuci jalan di vihara Tri Dharma Bumi Raya, Singkawang, Kalimantan Barat, Kamis (1/3/2018).
Ribuan warga menyaksikan atraksi tatung saat prosesi tatung cuci jalan di vihara Tri Dharma Bumi Raya, Singkawang, Kalimantan Barat, Kamis (1/3/2018). 

"Pada tahun 2017 kota Singkawang menjadi kota ke-4 yang memiliki tingkat toleransi terbaik di Indonesia, hal ini harus kita jaga, kita bina dan kita jalani bersama jika ingin memajukan kota Singkawang yang kita cintai ini, target kita kota Singkawang bisa menjadi nomor satu dalam tingkat toleransi terbaik di Indonesia," tambahnya.

Iring-iringan peserta pawai budaya Tionghoa dan parade tatung pada puncak Festival Cap Go Meh 2569 di Jalan Diponegoro, kota Singkawang,Kalimantan Barat, Jumat (2/3/2018).
Iring-iringan peserta pawai budaya Tionghoa dan parade tatung pada puncak Festival Cap Go Meh 2569 di Jalan Diponegoro, kota Singkawang,Kalimantan Barat, Jumat (2/3/2018). 

Tjhai Chui Mie mengatakan, tujuan dari acara ini adalah sebagai ajang budaya pemersatu bangsa dan juga dunia.

(Baca: Sutarmidji Akan Beberkan Strateginya Membangun Jalan Kalbar Saat Debat Kandidat )

"Kita bangsa Indonesia bangsa yang besar, khusus kota Singkawang,kita berasal dari berbagai suku dan etnis, Singkawang adalah miniaturnya Indonesia, maka dari itu kita harapkan seluruh masyarakat Singkawang,pancasila yang harus kita utamakan yang sebagai pemersatu bangsa, pengikat kita, Indonesia bisa kuat kalau pancasila bisa kita amalkan dan kita jalankan dalam kehidupan kita sehari-hari," ujarnya. 

"Pancasila, Undang-undang dasar 45, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda kita tetap satu jua, itu yang kita harapkan kepada seluruh masyarakat kota Singkawang, dengan kekuatan yang kita pegang ini siapapun tidak bisa ganggu kota Singkawang," tegasnya. 

Dengan ramainya wisatawan lokal maupun international yang datang ke Singkawang tentunya menjadi peluang,karena ini merupakan multiplier effect dari sektor pariwisata, kunjungan pada destinasi pariwisata, hotel, restoran, rumah makan dan pusat kuliner akan meningkat, diharapkan ini memberikan dampak positif bagi pendapatan aseli daerah kota Singkawang dan masyarakat kota Singkawang pada umumnya. 

Bakar Naga
Bakar Naga 

"Atas terselenggaranya event festival Imlek dan Cap Go Meh ini, saya atas nama Pemkot Singkawang mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada menteri agama, menteri pemuda dan olahraga, kementerian pariwisata, para donatur, seluruh panitia dan seluruh pihak yang telah mendukung event ini serta seluruh masyarakat kota Singkawang," kata Tjhai Chui Mie lagi. 

"Kami atas nama pemerintah kota Singkawang juga mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada TNI dan Polri yang sudah mengamankan acara ini sehingga acara ini bisa berjalan dengan baik dan lancar, kami pemerintah tidak akan merasa bahagia dan bangga jika acara ini tidak dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat kota Singkawang dari suku dan agama apapun, kami akan merasa bahagia apabila seluruh lapisan masyarakat kota Singkawang merasakan kebahagiaan yang kami rasakan juga," tutupnya. 

Penulis: Anesh Viduka
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved