Hildi Harap Petani Dapat Memaksimalkan RPM

Selain itu petani yang telah panen, menyerahkan kepada penggiling padi itu sendiri, kemudian dipotong 10 persen dari hasil panen mereka.

Hildi Harap Petani Dapat Memaksimalkan RPM
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Bupati Kayong Utara Hildi Hamid 

Laporan Wartawan Tribun Potianak Muhammad Fauzi

TRIBUNPONTIANAK. CO. ID, KAYONG UTARA - Terkait kunjungan kerja Dirjen Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Dr Ir H M Nurdin, MT di Kayong Utara, Bupati Kayong Utara Hildi Hamid berharap, untuk RMP yang ada di Kecamatan Seponti kedepan dapat digunakan sebaik mungkin oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara.

"Keberadaan Rice Miling Plant (RMP) tentunya akan mengakomodir semua petani. Jadi untuk RMP ini BNI dapat menentukan kredit kepada Bumdes atau pengelola RMP. Sehingga Gapoktan dapat memperoleh pupuk dengan mudah. Selain itu untuk gabah yang telah dibeli nanti, uangnya akan masuk kedalam rekening Gapoktan,"terang Hildi Hamid.

Baca: Dirjen Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kunjungi Kayong Utara, Ini Yang Dilakukannya

Hildi menambahkan, hal seperti ini sebenarnya sudah ada di Sukadana. Namun bedanya untuk yang di Sukadana milik Pemerintah Daerah tersandung Masalah modal.

"Untuk yang di Sukadana, pernah saya memberikan ke koperasi, namun tersangkut untuk pembelian gabah masalah modal. Tetapi sekarang sudah bisa dengan metode kerjasama dengan Bumdes, kemudian kementrian transmigrasi ini juga dapat kita lakukan hal yang sama,"lanjutnya.

 Baca: Perpustakaan Kayong Utara Sasar Pembaca Dikepulauan, Ini Strateginya

Lanjutnya, untuk petani yang selama ini terbelenggu, disebabkan lantaran petani yang ada membeli pupuk dari para penggiling padi kecil.

Selain itu petani yang telah panen, menyerahkan kepada penggiling padi itu sendiri, kemudian dipotong 10 persen dari hasil panen mereka.

"Inilah sebenarnya dengan adanya bangunan penggilingan padi milik Pemerintah dapat menjadikan hasil beras yang lebih baik, untuk dijadikan beras premium. Karena untuk penggiling padi milik masyarakat hanya sekali giling, dan ini bisa saling bersinergi,"katanya.

Sementara itu untuk penggilingan padi yang dibangun oleh Pemerintah pusat di Kecamatan Seponti ditargetkan dapat memproduksi beras sebanyak 20 ton minimal dalam satu hari.

Hildi berpesan kepada para petani untuk dapat melakukan kerjasama dengan fasilitas yang telah disediakan oleh pemerintah, agar dapat menguntungkan petani itu sendiri.

" Sebagai contoh, kalau yang lalu setalah menanam padi, panen berhenti dan kembali menuggu tahun depan untuk menanam. Tetapi sekarang dengan adanya alat yang bisa panen dengan kurun waktu dua jam mereka dapat kembali menanam. Karena fasilitas yang ada bukan hanya penggilingan padi saja, melainkan juga ada alat untuk menanam dan memanen padi,"pungkasnya. 

Penulis: Muhammad Fauzi
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help