Siapa Cawapres Jokowi di Pilpres, Begini Penjelasan Sekjen PDIP

Hasto Kristiyanto mengungkap pihaknya masih akan menjalin komunikasi dengan parpol lain sesuai keinginan Ketum PDIP Megawati.

Siapa Cawapres Jokowi di Pilpres, Begini Penjelasan Sekjen PDIP
KOMPAS.COM
Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto saat ditemui di Wisma Kinasih, Kecamatan Tapos, Depok, Jawa Barat, Sabtu (10/9/2016) malam. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, DENPASAR - PDI Perjuangan resmi mengusung Presiden Joko Widodo sebagai capres periode 2019-2024, dalam Rakernas III PDI Perjuangan di Grand Inna Beach, Sanur, Bali, Jumat (23/2).

Namun partai ini masih belum menentukan cawapres pendamping Jokowi.

Mengenai hal itu, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan pihaknya siap bertanya dan meminta pendapat dari Wapres Jusuf Kalla (JK).

"Tentu kita akan dengar masukan dari bapak Jusuf Kalla karena beliau tentu sangat memahami berbagai persoalan bangsa dan negara," ujar Hasto, ditemui di Prime Plaza Hotel, Sanur, Bali, Jumat (23/2/2018) malam.

Baca: Kembali Dicalonkan PDIP sebagai Capres, Presiden Jokowi Fokus di Lima Sektor

Hasto menjelaskan, pihaknya meminta pendapat JK lantaran adanya keterikatan pada ketentuan UUD 1945.

Di mana adanya batasan soal masa jabatan presiden dan wakil presiden. JK sendiri diketahui sudah 2 kali menjabat sebagai wapres, sehingga ia tak bisa dicalonkan kembali.

"Kita terikat pada ketentuan UUD 1945. Masa jabatan hanya 2 periode," ungkap Hasto.

"Tapi yang kami maksud Pak JK sebagai tokoh bangsa, Wapres 2 periode tentu punya pandangan-pandangan yang baik, pandangan-pandangan siapa yang tepat mendampingi Pak Jokowi. Hubungan antara Ibu Mega dan Pak JK sangat baik," sambungnya lagi.

Sebelumnya, PDIP masih belum menentukan nama dan kriteria cawapres bagi Jokowi.

Halaman
12
Editor: Hasyim Ashari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help