Perangi Narkoba ala Duterte

Dia diduga mempermainkan kasus-kasus narkoba dengan kompensasi uang ratusan juta dan mobil mewah.

Perangi Narkoba ala Duterte
TRIBUN FILE/IST
Rodrigo Duterte 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pengungkapan 3 ton sabu yang disita aparat gabungan TNI Angkatan Laut (AL), Bea Cukai dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam waktu 10 hari di perairan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) patut kita syukuri. Bisa dibayangkan beratus ribu bahkan jutaan orang yang akan terkena pengaruh buruk narkoba, jika sabu itu beredar di negara ini.

Sabu itu diangkut dua kapal dari Taiwan yang berkedok kapal penangkap ikan saat melintas di perairan Kepri. Satu kapal mengemas sabu itu dalam karung beras, sementara kapal lainnya menggunakan kemasan teh.

Penangkapan itu juga mengingatkan pada Kapal Wanderlust yang juga memasok sekitar 1 ton sabu di Anyer, Banten, beberapa waktu lalu. Kapal itu juga ditangkap di wilayah Bintan, perairan Kepri.

(Baca: Marak Penipuan Travel Umrah, Kholil: Muzdalifah Tour Semakin Dipercaya Jamaah )

Berulang kali sudah, BNN, Polri, Bea Cukai juga TNI mengungkap kasus narkoba di negara ini. Menangkap pengguna, pengedar bahkan bandarnya. Namun, tindak kejahatan narkoba masih terus terjadi. Seakan tidak ada titik selesainya. Tragisnya, ada pula yang leluasa mengendalikan bisnis haram itu dari balik sel penjara.

Di negara ini, kejahatan peredaran narkoba setingkat aksi terorisme. Karena itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengobarkan perang terhadap pelaku peredaran narkoba.

Bahkan Presiden Jokowi memerintahkan polisi untuk menembak para pengedar narkoba asing yang menolak penangkapan.

Sebagai syok terapi, sebagian bandar dan pengedar narkoba yang sudah divonis hukuman mati telah dieksekusi. Perang terhadap narkoba memang gencar dilakukan.

Hampir setiap kepala daerah dan jajaran kepolisian, termasuk di Kalimantan Barat aktif mencanangkan dan menyosialisasikan perang tersebut ke seluruh lapisan masyarakat.

Namun, seruan perang itu kerapkali terhenti pada aksi. Bahkan tak mampu menembus ke akar paling dalam. Mengapa? Diduga ada kongkalikong.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Suroso
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved