Sepekan Dilanda Kabut Asap, Bandara Supadio Mulai Alami Gangguan Penerbangan

Kabut asap yang melanda Kubu Raya sempat mengganggu jadwal penerbangan di Bandara Internasional Supadio

Sepekan Dilanda Kabut Asap, Bandara Supadio Mulai Alami Gangguan Penerbangan
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ferryanto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Kebakaran lahan di daerah Kabupaten Kubu Raya sepekan terakhir ini mengakibatkan wilayah Kubu Raya dan Kota Pontianak di selimuti kabut asap.

Sehingga berdampak luas bagi kehidupan masyarakat, bahkan kabut asap yang melanda Kubu Raya sempat mengganggu jadwal penerbangan di Bandara Internasional Supadio.

Baca: Pendaftaran SNMPTN 2018 Dibuka, Ini Jadwal Lengkap Pelaksanaannya

Genderal Manager PT. Angkasa Pura II John Muchtar Rita mengatakan bahwa selama lebih dari seminggu terakhir aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Supadio memang sedikit terganggu, terlebih di pagi hari, di kisaran pukul 06.00 - 07.00 pagi akibat kabut yang menyelimuti wilayah Kubu Raya.

"Kabut asap ini memang sedikit mengganggu kita selama 2 minggu terakhir, terlebih di pukul 6 sampai pukul 7 agak terganggu," paparnya saat di temui Tribun (20/02/2018).

John juga menambahkan bahwa hingga saat ini tidak pernah terjadi kegagalan penerbangan, hanya penerbangan yang tertunda.

"Ada penerbangan yang delay, namun hanya 2 sampai 3 penerbangan itupun tidak lama, hanya 15 menit hingga setengah jam lah, dari penerbangan yang datang, memang sedikit mengganggu, namun semua masih bisa teratasi oleh teman - teman dan tim kami,"ungkapnya.

Baca: 4 Kafe Ini Sediakan Bintang Imut dan Lucu, Pengunjung Bisa Elus-elus

John juga menjelaskan bahwa pihak bandara memiliki alat yang di sebut ILS (Instrument Landing System).

ILS merupakan sebuah sistem pendekatan instrumen darat yang memberikan panduan kepada sebuah pesawat yang mendekati landasan.

Alat ini menggunakan gabungan sinyal radio dan, dalam beberapa hal, sinar lampu berintensitas tinggi agar dapat mendarat dengan aman, selama kondisi meteorologi instrumen (IMC), seperti langit-langit rendah atau penglihatan berkurang karena kabut, hujan, atau salju lebat.

"Kita itu punya alat, ILS, untuk membantu pilot atau pesawat pendaratan, dan bila jarak pandang masih 800 meter, kita masih bisa operasional, kan minimal jarak pandang 800 meter,"paparnya.

Iapun sangat mengapresiasi institusi terkait yang telah bergerak cepat dalam mengatasi kebut asap ini, serta ia berharap bahwa masalah kabut asap ini bisa cepat teratasi.

Follow Instagram @tribunpontianak:

Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help