Kasus Penipuan PT SCM, Hakim Vonis Topan Dua Tahun Delapan Bulan Kurungan

Jadi harapan kita agar dalam waktu dekat pelaku bernama Erwin tersebut bisa segera tertangkap

Kasus Penipuan PT SCM, Hakim Vonis Topan Dua Tahun Delapan Bulan Kurungan
ISTIMEWA
 Terdakwa penipuan dan pengelapan uang PT SCM, Topan sedang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Ketapang, Rabu (14/2). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Hakim Pengadilan Negeri (PN) Ketapang, menjatuhkan hukuman dua tahun delapan bulan pada terdakwa kasus penipuan dan pengelapan uang di PT Sumber Cipta Multiniaga (SCM) oleh mantan karyawannya Topan, pada sidang putusan,  Rabu (14/2).

Topan diputuskan telah melanggar Pasar 342 – 374 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) terkait kasus penggelapan.

“Putusan tersebut dibacakan oleh Hakim Ketua yang juga Ketua PN Ketapang, Pak Maslikan pada Rabu, 14 Februari 2018 kemaren,” kata Managemen PT SCM, Wahyu kepada awak media di Ketapang, Kamis (15/2).

Ia berterimakasih terhadap para hakim yang telah memberikan putusan itu. Lantaran putusan itu dinilainya sudah sangat tepat karena sesuai fakta-fakta persidangan. “Semoga ini menjadi efek jera bagi semua orang,” ucapnya.

Namun ia juga berharap agar aparat penegak hukum khususnya Kepolisian juga segera menangkap satu pelaku lainnya. Lantaran hingga saat ini pelaku bernama Erwin melarikan diri dan belum ditemukan hingga jadi buronan polisi.

(Baca: KTI Kalbar Dorong Ari Terus Tambah Jam Terbang )

“Apalagi pelaku bernama Erwin itu juga termasuk pelaku utamanya. Jadi harapan kita agar dalam waktu dekat pelaku bernama Erwin tersebut bisa segera tertangkap. Sehingga dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya juga,” tuturnya.

Wahyu berharap setelah putusan terhadap Topan terlebih Erwin juga bisa ditangkap dan dihukum juga. Maka kasus ini menjadi pelajaran bagi semua masyarakat agar tidak melakukan perbuatan yang sama.

“Apalagi melakukan pengelapan terhadap uang perusahaan tempat kita bekerja, tempat kita mencari makan. Seharusnya perusahaan tempat kita bekerja itu dijaga agar tetap bisa bekerja dan mencari makan di sana,” sarannya. 

Penulis: Subandi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help