TribunPontianak/

Pesona Alam Raja Ampat

Kamu Harus Tahu! Ternyata Seperti Ini Kisah Asal Usul Raja Ampat

Wisatawan diharapkan menghormati sejumlah aturan yang bersifat tidak tertulis, demi menjaga kelestarian alam Indonesia bagian Timur ini.

Kamu Harus Tahu! Ternyata Seperti Ini Kisah Asal Usul Raja Ampat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TITO RAMADHANI
Kawasan sekitar spot destinasi wisata Batu Pensil di Raja Ampat, Papua Barat, Senin (12/2/2018). Hijaunya air laut di kawasan ini menyegarkan pandangan. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, RAJA AMPAT - Simson, satu di antara local guide destinasi Raja Ampat, yang mendampingi rombongan Media Gathering Telkomsel 2018 mengisahnya, Kabupaten Raja Ampat terdiri dari 4 gugusan pulau besar, yakni pulau Salawati, pulau Batanta, pulau Misool dan pulau Waigeo. Waisai menjadi ibukota kabupatennya.

"Asal muasal nama Raja Ampat, berasal dari Kerajaan Waigeo. Yang dikarenakan konflik keluarga, akhirnya terpecah menjadi 4 kerajaan besar, sehingga disebutlah Raja Ampat. Tiga rajanya laki-laki, Batanta, Misool, Waigeo dan yang satu lagi, Salawati itu rajanya perempuan," ungkapnya, Senin (12/2/2018).

Baca: Anak Sawinggrai Raja Ampat Ajak Lestarikan Alam Lewat Lagu

Lanjut Simson, asal usul Kerajaan Raja Ampat berasal dari Kesultanan Tidore. Sehingga pengaruh peradaban Islam kuat mengakar di Kerajaan Raja Ampat.

Kapal wisatawan saat berada di kawasan perairan Raja Ampat, Papua Barat, Senin (12/2/2018). Raja Ampat kini mulai menjadi destinasi wisata yang kerap dikunjungi wisatawan mancanegara.
Kapal wisatawan saat berada di kawasan perairan Raja Ampat, Papua Barat, Senin (12/2/2018). Raja Ampat kini mulai menjadi destinasi wisata yang kerap dikunjungi wisatawan mancanegara. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TITO RAMADHANI)

Baca: Jurnalis Pamasuka Tumpangi 3 Kapal Cepat Menuju Raja Ampat

Simson mengisahkan, ada sejumlah kearifan lokal yang masih hingga kini dijaga kuat oleh warga Raja Ampat.

Wisatawan diharapkan menghormati sejumlah aturan yang bersifat tidak tertulis tersebut, demi menjaga kelestarian alam Indonesia di bagian Timur ini.

Baca: Saat Air Laut Pasang, Destinasi Pasir Timbul Pancarkan Warna Hijau Tosca

"Wisatawan tidak boleh buang sampah sembarangan. Kemudian saat snorkeling tidak boleh menginjak karang. Selain itu, tidak boleh memancing di spot-spot yang dikunjungi, hanya diperbolehkan berinteraksi dengan ikan-ikan, memberi makan di permukaan, atau snorkeling melihat keindahan alam bawah laut Raja Ampat," jelasnya.

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help