TribunPontianak/

BKSDA Gelar Rencana Atraksi Satwa, Media Tak Diberi Kesempatan Berkomentar

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Andi saat ditemui di Pontianak......

BKSDA Gelar Rencana Atraksi Satwa, Media Tak Diberi Kesempatan Berkomentar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Jurnalis Mongabay Indonesia, Andi Fachrizal 

Laporan Wartawan (mg) Tribun Pontianak, Bella

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Jurnalis Mongabay Indonesia, Andi Fachrizal mengaku bahwa dirinya sebagai perwakilan media tidak diberi waktu untuk menyampaikan tanggapan, saat Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat mengadakan Rencana Atraksi Satwa di Kantor BKSDA Kalimantan Barat Jalan Ahmad Yani no 121, Pontianak pada (09/02 /2018) yang lalu.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Andi saat ditemui di Pontianak, Rabu (14/2/2018).

Dalam acara yang dilakukan selama kurang lebih satujam, menurut Andi hanya memberi kesempatan bagi Event Organizer,  Taman Impian Ancol, Dokter Hewan, Yayasan Titian  dan WWF Kalimantan Barat.

"Terus media mau ngapain?" tanyanya.

Andi juga menambahkan bahwa menurutnya pertemuan tersebut hanya ajang untuk pihak pengelolaan menyampaikan proses teknis dan perolehan ijin, bukan diskusi.

"Hanya ruang publikasi, " tambahnya.

Andi mengaku, bahwa ia paham jika BKSDA memang tidak memiliki wewenang dalam perijinan, tapi yang jadi persoalan adalah terkait animal welfare.

Dimana animal welfare merupakan standar perlakuan satwa, yang akan berinteraksi dengan manusia, dalam penangkaran dan di kebun binatang.

Ada lima konsep kebebasan dalam prinsip animals welfare yaitu:

Pertama, bebas dari rasa haus dan lapar

Kedua, bebas dari rasa tidak nyaman

Ketiga, bebas dari rasa sakit, cedera, dan penyakit

Keempat, bebas untuk mengekspresikan perilaku normal

Kelima, bebas dari rasa takut dan intimidasi.

"Siapa yang bisa jamin bahwa lima kebebasan hewan itu bisa dipenuhi?" ujar pria yang akrab disapa Daeng ini.

Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help