Bawaslu Rilis 3 Indeks Kerawanan Pemilu, Ini Analisa Pengamat

Dalam konteks kontestasi inilah kemudian politik uang dan isu SARA menjadi bagian penting yang dikhawatirkan.

Bawaslu Rilis 3 Indeks Kerawanan Pemilu, Ini Analisa Pengamat
NET
Money Politics atau politik uang

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ishak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Politik, Akademisi Untan, Dr Jumadi menilai Bawaslu menyampaikan hal ini tentu berdasarkan pada Indeks Kerawanan Pemilu atau IKP 2018 yang dirilis Bawaslu RI melalui survey yang bisa dipertanggungjawabkan.

Ada 3 dimensi di dalamnya, yakni partisipasi, kontestasi, dan dimensi penyelenggara.

Berikut Analisanya:

Dalam konteks kontestasi inilah kemudian politik uang dan isu SARA menjadi bagian penting yang dikhawatirkan.

Tapi memang di Kalbar itu politik identitas inilah yang kemudian juga jadi kerawanan lainnya, tidak hanya pada IKP-nya saja.

Politik identitas, menggunakan isu sebagai materi kampanye tapi tidak pada substansi program. Tetapi mendorong orang memilih berdasarkan aspek pertimbangan sosiologis, dan inilah yang sekarang masih terjadi di Kalbar.

Tentu ini menjadi tanggungjawab para elit politik. Terutama para calon, untuk tidak menjual isu-isu yang memprovokasi.

Tapi tawarkan program-program. Ide dan gagasan rasional untuk menyelesaikan masalah-masalah di Kalbar, agar Kalbar lebih baik ke depannya.

Terkait politik uang dalam dimensi kontestasi, sebenarnya uang dalam konteks cost politik itu penting. Tidak mungkin dalam kontestasi politik tidak memerlukan uang, karenanya ada dana kampanye yang bersumber baik dari individu ataupun kelembagaan yang dibenarkan oleh KPU.

Halaman
123
Penulis: Ishak
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help